Tim 5 Penjaringan Golkar Sudah Menutup Calon Kepala Daerah

Jakarta, Obsessionnews - Setelah melakukan proses seleksi, Tim lima penjaringan dua kubu Partai Golkar telah menutup pendaftaran calon kepala daerah untuk bertarung dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Kedua kubu hanya sepakat mengusung 219 calon baik untuk tingkat provinsi, kabupaten/kota. "Kami hanya menghasilkan 219 calon pasangan kepala daerah yang disepakati mengunakan berita acara," ujar Ketua Tim Penjaringan bersama dari kubu Aburizal Bakrie, MS Hidayat di Hotel Sultan, Jakarta Selasa (28/7/2015). [caption id="attachment_51738" align="alignnone" width="640"]
Yorrys bersama Tim penjaringan Partai Golkar.[/caption] Hidayat menyadari tentu tidak mudah mencari calon kepala daerah yang disepaki bersama oleh dua kubu. Karena itu, dari 269 daerah yang akan menggelar Pilkada, Golkar tidak memiliki calon di 7 daerah, dan tidak memiliki kesepakatan bersama di 43 daerah. "Memang tidak mudah bagi Golkar untuk mengusung di 269 daerah, tapi calon kami adalah yang terbaik," jelasnya. Sementara itu, ditempat yang sama ketua tim penjaringan bersama dari kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai menegaskan, apa yang sudah menjadi keputusan tim penjaringan, harus dipatahui oleh semua calon. Sebab, jika tidak, maka calon tersebut dianggap tidak sah, lantaran KPU hari akan menutup pendaftaran calon. "Jadi apa yang ada diberita acara itu harus dipegang, karena setelah ini akan kita sampaikan ke KPU," jelas Yorrys. Diketahui, setelah Partai Golkar dinyatakan boleh mengikuti Pilkada oleh KPU, dua kubu membentuk tim penjaringan untuk mencari calon kepala daerah potensial. Masing-masing tim terdiri dari lima orang. Tim penjaring dari kubu Aburizal adalah MS Hidayat, Theo L Sambuaga, Indra Bambang Utoyo, Ahmadi Noor Supit dan Nurdin Halid. Sedangkan dari kubu Agung Laksono adalah Yorrys Raweyai, Laurence Siburian, Ibnu Munzir, Lamhot Sinaga dan Melky Lakalena. (Albar)
Yorrys bersama Tim penjaringan Partai Golkar.[/caption] Hidayat menyadari tentu tidak mudah mencari calon kepala daerah yang disepaki bersama oleh dua kubu. Karena itu, dari 269 daerah yang akan menggelar Pilkada, Golkar tidak memiliki calon di 7 daerah, dan tidak memiliki kesepakatan bersama di 43 daerah. "Memang tidak mudah bagi Golkar untuk mengusung di 269 daerah, tapi calon kami adalah yang terbaik," jelasnya. Sementara itu, ditempat yang sama ketua tim penjaringan bersama dari kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai menegaskan, apa yang sudah menjadi keputusan tim penjaringan, harus dipatahui oleh semua calon. Sebab, jika tidak, maka calon tersebut dianggap tidak sah, lantaran KPU hari akan menutup pendaftaran calon. "Jadi apa yang ada diberita acara itu harus dipegang, karena setelah ini akan kita sampaikan ke KPU," jelas Yorrys. Diketahui, setelah Partai Golkar dinyatakan boleh mengikuti Pilkada oleh KPU, dua kubu membentuk tim penjaringan untuk mencari calon kepala daerah potensial. Masing-masing tim terdiri dari lima orang. Tim penjaring dari kubu Aburizal adalah MS Hidayat, Theo L Sambuaga, Indra Bambang Utoyo, Ahmadi Noor Supit dan Nurdin Halid. Sedangkan dari kubu Agung Laksono adalah Yorrys Raweyai, Laurence Siburian, Ibnu Munzir, Lamhot Sinaga dan Melky Lakalena. (Albar) 




























