PKB Tinggalkan Anas dalam Pilkada Banyuwangi

Banyuwangi, Obsessionnews – Azwar Anas kader Nahdlatul Ulama (NU) dan sekaligus kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai politik (parpol) yang didirikan para ulama NU. Lewat kendaraan PKB Anas, panggilan akrabnya, terpilih menjadi anggota DPR pada Pemilu 2004. Pada Pemilu 2009 dia kembali menjadi calon anggota DPR dari parpol yang sama. Namun, sayang, dewi fortuna kali ini enggan mendekatinya. Meskipun demikian Anas berkecil hati. Sebab, pada tahun 2000 dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Banyuwangi, Jawa Timur, PKB mengusungnya sebagai calon bupati. Anas berduet dengan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Banyuwangi Yusuf Widiatmoko. Duet Anas-Yusuf berhasil mengalahkan pasangan Djalaludin-Yusuf Nuris dan Emilia Contessa-Zaenuri. (Baca: Anas Sukses Bawa Banyuwangi ke Tingkat Nasional) Selama lima tahun memimpin Banyuwangi, Anas membawa daerah di ujung Jatim itu menjadi maju. Ia bupati yang gemar melakukan berbagai terobosan. Salah satu gebrakan besar yang dilakukannya adalah tahun 2011 Anas menjalin kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Banyuwangi untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak KUR digulirkan Presiden SBY tahun 2007, Banyuwangi tercatat sebagai daerah pertama di Indonesia yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan BRI dalam penyaluran KUR. Berkat KUR, UMKM di Banyuwangi semakin berkembang. Terobosan besar lain yang dilakukan Anas adalah melarang berdirinya mal. Hal ini dilakukan untuk melindungi keberadaan UMKM. Anas berpandangan mal dapat mematikan UMKM. Tentu saja gebrakannya tersebut disambut hangat oleh kalangan pelaku UMKM. Selain itu Anas gencar memasarkan potensi Banyuwangi di bidang pertanian, perikanan dan kelautan, kehutanan, pariwisata, transportasi, perdagangan, perindustrian, dan lain sebagainya. Alhasil, investor datang berduyun-duyun ke Banyuwangi. Anas mampu meyakinkan para investor dalam negeri dan luar negeri, bahwa situasi Banyuwangi kondusif. Dia juga mendorong ekowisata yang mengandalkan wisata budaya dan wisata alam yang punya diferensiasi kuat dibandingkan daerah-daerah lain. Tiap tahun di Banyuwangi digelar event kreatif bertajuk Banyuwangi Festival yang banyak mengandalkan kerja sama dengan dunia usaha. “Ini salah satu cara mengasah lahirnya birokrasi yang punya jiwa entrepreneurship. Dengan anggaran APBD minimal, kami berupaya menghadirkan berbagai event wisata berkelas, seperti International Tour de Banyuwangi Ijen, Jazz Pantai, dan Festival Gandrung Sewu,” kata Anas. Selain itu citra Banyuwangi juga mulai bergeser menjadi kabupaten yang terdepan di Indonesia dalam bidang teknologi dengan menjadi kabupaten digital society, di mana 1.300 titik wifi telah terpasang di berbagai tempat. Layanan publik juga mulai berbasis teknologi informasi. (Baca: Pemkab Banyuwangi Dorong Anak Muda Manfaatkan Teknologi Internet) Lewat kerja keras Anas berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 20,4% tahun 2010 menjadi 9,4% pada tahun 2014. Selama memimpin Banyuwangi Anas banyak memperoleh penghargaan. Salah satu di antaranya adalah ia menyabet penghargaan ‘Best Regional Achievers’ untuk sub kategori ‘Best Marketer Regent’ dalam acara Malam Penganugerahan Obsession Awards 2015 di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (19/3/2015) malam. Acara yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla tersebut diselenggarakan oleh Obsession Media Group (OMG) selaku penerbit Majalah Men’s Obsession,Majalah Women’s Obsession, serta Situs Berita Obsessionnews.com. (Baca: Bupati Banyuwangi Azwar Anas Sabet Penghargaan ‘Best Marketer Regent’)Ditinggalkan PKB Anas kembali maju dalam pilkada Banyuwangi tahun 2015. Dia kembali berduet dengan Yusuf Widiatmoko. Berbeda dengan pilkada 2010, dalam pilkada yang akan digelar Desember 2015 mendatang Anas ditinggalkan PKB. Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar memberikan tiket calon bupati kepada Ketua DPC PKB Banyuwangi HM Joni Subagio. Pasangan Azwar Anas dan Yusuf Widiatmoko diusung oleh PDI-P, PKS, Nasdem, PPP, Gerindra, PAN dan Partai Demokrat. Mereka mendaftarkan diri di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, Senin (27/7/2015). Ketika ditanya PKB yang mengusung calon lain, Anas menjawab tidak mempermasalahkannya. Dia mengaku dibesarkan oleh NU walaupun PKB memberikan dukungan pada saat ia maju pada tahun 2010 lalu. (Baca: Anas Kembali Diusung PDI-P) "Para kiai mengatakan bahwa membangun Banyuwangi harus berkolaborasi, tidak bisa dengan kekuatan sendiri," katanya. Anas dicintai oleh masyarakat karena keberhasilannya memajukan Banyuwangi. Pria kelahiran Banyuwangi, 6 Agustus 1971, ini tak hanya milik PKB, tapi juga milik masyarakat. Oleh karena itu masyarakat menginginkannya terus memimpin Banyuwangi. Masyarakat berkeyakinan kuat siapapun parpol yang mendukung Anas dalam pilkada 2015, peluangnya untuk menang terbuka lebar. (Arif RH)





























