Wirausaha Mampu Hambat Ideologi Keras di Kenya

Jakarta, Obsessionnews - Saat berkunjung ke Kenya, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan kalau negeri tersebut bisa menjadi raksasa ekonomi di Afrika Timur. Syaratnya, pemerintah setempat benar-benar berkomitmen memberantas korupsi dan menegakkan hukum. Di hadapan pengusaha Kenya, Obama juga bilang kalau sebenarnya mereka bisa membantu mendorong perekonomian termasuk menumbuhkan ideologi tanpa menggunakan kekerasan. Reuters melansir, pada Sabtu (25/7) waktu setempat, Obama berpidato pada konfrensi wirausaha global di sela kunjungan pertama ke kampung halaman bapaknya. Dalam lawatannya, soal keamanan menjadi agenda penting hari ini bersama Presiden Kenya Uhur Kenyatta. Belakangan, Obama juga tertarik membicarakan perihal kerjasama dagang dengan Kenya setelah Cina yang menjadi mitra utama negara tersebut sejak tahun 2009 lalu. "Afrika kini dalam masa perubahan. Afrika adalah salah satu daerah yang tercepat pertumbuhannya di dunia," kata obama dalam konferensi. Kewirausahaan sendiri, menurut Obama, menawarkan alternatif positif terhadap ideologi kekerasan serta perpecahan yang seringkali mengisi kekosongan saat para pemuda di Kenya tak mampu melihat masa depan mereka sendiri. Selanjutnya menurut dia, pemerintah punya peran penting atas berbagai masalah serupa misalnya dengan membangun supremasi hukum serta memberantas korupsi. Sebab, kedua masalah ini sering jadi kendala utama dalam berbisnis di Kenya.(Mahbub Junaidi)





























