Tenis Davis Cup, Menpora Tak Beri Dukungan?

Jakarta, Obsessionnews - Mantan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Derah (DPD) RI Laode Ida mencermati kejurnas tenis Davis Cup antara Indonesia vs Pakistan yang berlangsung di lapangan indoor Senayan, dua hari akhir Ramadhan lalu. "Sudah dua hari saya nonton, selain saya gemar tenis juga untuk sekedar kasi semangat pada tim merah putih," ungkapnya pada Obsessionnews.com, minggu lalu. Namun Laode merasa sangat ganjal, sebab selama dua hari berlangsungnya pertandingan baik Menpora maupun petinggi Menpora tak ada yang menucul. Padahal menurut Laode event Davis Cup merupakan turnamen internasional. "Menurut saya ini aneh. Karena ini event bergengsi antar negara, di mana seharusnya ada pejabat simbol negara yang unjuk batang hidungnya. Ya minimal sebagai penyemangat bagi para atlit atau para penggemar tenis. Yang tampak hadir adalah mantan ketua Pelati Martina dan Subronto Laras," cetusnya. Selain itu Laode juga menyoroti hari kedua pertandingan tenis itu. Keadaan sangat memprihatinkan dimana hampir saja terjadi peristiwa memalukan dimana seorang official tim Indonesia emosi dan nyaris terjadi bentrok fisik dengan seorang pemain asal Pakistan. Hingga akhirnya Laode turut mengingatkan untuk mendamaikan mereka. "Itu terjadi di luar lapangan. Sebagian penonton termasuk saya pun lalu mengingatkan agar jangan emosi dan jaga nama baik bangsa yang terkenal ramah ini. Apalagi ini bulan puasa. Harusnya orang emosional seperti itu tak boleh jadi tim official atas nama negara, sangat memalukan," herannya. Olah raga tenis Indonesia sendiri tampaknya sangat terpuruk. Di hari pertama yang dimainkan partai tunggal dua orang, langsung kalah 2-0 untuk tim Pakistan. Di hari kedua pasangan ganda Indonesia sementara ini sudah tertinggal satu set untuk Pakistan dari kemenangan untuk 3 set (the best of five sets). (Asma)





























