Impor Indonesia Januari-Juni Turun, Cina Paling Besar

Impor Indonesia Januari-Juni Turun, Cina Paling Besar
Jakarta, Obsessionnews - Secara kumulatif, impor Januari-Juni 2015 mencapai US$ 73,94 miliar atau turun 17,81 persen dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu. Pembagiannya, terdiri dari impor migas 13,1 milyar dollar Amerika Serikat (AS) atau turun 39,91%, sementara non migas 60,84 milyar dollar AS, turun 10,74%. "Peningkatan impor nonmigas terbesar Juni 2015 adalah mesin dan peralatan mekanik 410 juta dollar AS atau 26,36 %. Sedangkan penurunan terbesar adalah golongan kapal laut dan bangunan terapung 300 juta dollar AS atau 82,26 %," kata Suryamin, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) pada keterangan pers di kantornya, Rabu (15/7). Dibanding Mei 2015, impor Indonesia pada Juni sebesar 12,96 milyar dollar AS. Ini, naik 11,63% ketimbang bulan sebelumnya. Kalau dibanding realisasi impor Juni 2014, turun 17,42%. Suryamin juga memaparkan, impor non migas bulan Juni 2015 mencapai 10,39 milyar dollar AS. Angka ini, naik 8,95% ketimbang bulan sebelumnya. Namun, jika dibanding Juni 2014, turun 15,58%. Impor minyak dan gas sendiri, mencapai 2,58 milyar dollar AS atau naik 23,89% ketimbang Mei 2015. Namun, turun 24,06% dibanding bulan sama di tahun 2014. Cina, menjadi negara pengimpor barang non migas terbesar senilai 14,71 milyar dollar AS atau 24,17% dari total impor negeri tirai bambu tersebut. Kemudian, Jepang menyusul dengan angka 7,18 milyar dollar AS atau 11,8%. Singapura, 4,21 milyar dollar AS atau 6,92% dari total impornya. "Impor nonmigas dari Asean mencapai pangsa pasar 21,52 persen, sementara dari Uni Eropa 9,33 persen," tuturnya. (Mahbub Junaidi)