HMP Indonesia Klarifikasi Berita Mudik Gratis

Jakarta, Obsessionnews – Organisasi kemasyarakatan (ormas) Himpunan Masyarakat Peduli (HMP) Indonesia yang didirikan oleh Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto merasa prihatin dengan pemberitaan yang ditayangkan TV One tentang acara mudik gratis bareng HMP Indonesia. Untuk itu HMP Indonesia mengklarifikasi pemberitaan tersebut. (Baca: Tommy Soeharto Tepati Janji Lepas Mudik Gratis) Tommy melepas mudik gratis itu di halaman Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (12/7/2015) siang. Kegiatan itu diliput oleh para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik, termasuk TVone. Menurut Majelis Pimpinan Nasional Himpunan Masyarakat Peduli (MPN-HMP) Indonesia berita yang ditayangkan Tvone sangat tidak obyektif, dan jauh dari etika kejurnalistikan yang ada. TVone memberitakan HMP Indonesia menelantarkan dan tidak memberangkatkan peserta mudik, sehingga mereka gigit jari. “Pemberitaan TV One tersebut sangat salah besar, sangat melanggar kode etik jurnalistik yang ada,” kata Sekretaris Jendral MPN HMP Indonesia Tri Joko Susilo dalam siaran pers yang diterima obsessionnews.com Senin (13/7) malam. Tri menegaskan, HMP Indonesia sudah memberangkatkan 3.000 pemudik dengan 54 bus. Tidak benar peserta mudik tidak diberangkatkan seperti yang ditayangkan TVone semua. Semua pemudik berangkat dan tidak ada yang tersisa. Hal ini bisa dikonfirmasikan ke pihak keamanan Museum Purna Bhakti Pertiwi tempat pemberangkatan bus. “Kami menegaskan tidak ada pungutan biaya tiket. Semua gratis. Jika ada yang menyampaikan ada retribusi Rp 50 ribu itu salah. Kami menawarkan kepada pemudik, jika ingin menjadi anggota koperasi simpan pinjam silakan mendaftar dengan syarat simpanan pokok Rp50 ribu,” kata Tri. HMP Indonesia mempunyai program ekonomi kerakyatan dengan membentuk koperasi simpan pinjam dan ada biaya keanggotaan sebesar 50 ribu untuk simpanan pokok. “Kami menawarkan bagi pemudik yang ingin bergabung silahkan mendaftar dan tidak diwajibkan. Itu bukan biaya tiket mudik, jadi perlu diluruskan. Koperasi dan mudik gratis beda program,” tandasnya. Selanjutnya Tri mengemukakan, semua biaya bus mudik 100% bantuan dari Tommy Soeharto selaku Ketua Dewan Pembina HMP Indonesia dan semua dana yang diberikan khusus pembayaran carter bus. Jadi tidak benar adanya berita yang menyebutkan panitia mengunakan dana di luar ketentuan tersebut. Tri meminta Tvone meluruskan berita yang sudah ditayangkan. Dan segera menayangkan ulang berita kegiatan mudik gratis tersebut secara obyektif dan sesuai kaidah dan etika profesionalisme jurnalistik. (Arif RH)





























