Dua Pencuri Tewas di Atas Kapal

Dua Pencuri Tewas di Atas Kapal
Surabaya, Obsessionnews - Dua dari tiga pelaku pencuri spesialis besi tua, tewas di tangki kapal tongkang Noah 13 Banjarmasin yang lego jangkar (parkir) di alur pelayaran Timur Surabaya (APTS), Minggu (12/7/2015) pukul 09.30 Wib. Keduanya tewas akibat menghirup zat kimia dari pembusukan sisa CPO dalam tangki kapal. Peristiwa tersebut bermula dari ketiganya kepergok oleh salah satu anak buah ‎kapal (ABK) saat berada diatas kapal. Mereka pun nekat sembunyi dalam tangki kapal. Lebih dari setengah jam, akhirnya para ABK menemukan Suwono 42 dan Tohir dalam keadaan tewas. Sedangkan, Rahmat 39 kritis dan dilarikan ke RS Port Health Centre (PHC) untuk mendapatkan peralatan intensif. ‎“Melihat ketiga sudah tergeletak di tangki kapal, kami langsung menghubungi kepolisian,” ungkap Hakim, operator crane kapal tersebut. [caption id="attachment_49867" align="alignnone" width="640"]Brigadir Slamet Hariyono saat masuk lubang tangki kapal Noah 13 Banjarmasin untuk evakuasi korban tewas. (Obsessionnews.com/ Ari Armadianto) Brigadir Slamet Hariyono saat masuk lubang tangki kapal Noah 13 Banjarmasin untuk evakuasi korban tewas. (Obsessionnews.com/ Ari Armadianto)[/caption] Pantuan dilokasi, anggota Direktorat Polisi Perairan Poldo Jawa Timur dengan pakaian selam melakukan evakuasi ketiga warga Bangkalan tersebut dari tangki kapal. Dipimpin Aiptu Haris Rafael, dua anggota Ditpol Air Polda Jatim bergantian masuk ke lubang tangki sedalam 4 meter tersebut. Dua petugas khusus satuan penyelam, yakni Brigadir Slamat Hariyono dan Brigadir Gunawan. “Dugaan ini didasarkan dari mulut korban mengeluarkan busa,” kata Kepala Seksi Patroli Ditpol Air Polda Jatim, Kompol Arianto Agus Subekti. Ia menambahkan, proses evakuasi‎ sempat menyulitkan petugas. Pasalnya, lubang tangki kapal hanya berdiameter 50 centimeter. Sehingga, pelaratan selam (tabung oksigen) bisa digunakan setelah petugas masuk dalam tangki. “main hole (lubang) terlalu kecil untuk evakuasi korban,” tambahnya. Saat ini pihaknya sedang memeriksa sempel bahan kimia yang ditemukan di tangki kapal. Bahan kimia tersebut, tambahnya merupakan limbah CPO yang sudah membusuk. Hasil dari penelitian sampel ini untuk penanganan proses hukum lebih lanjut. (GA Semeru)