BNN Masih Kejar Tiga WNA Jaringan Sabu 10 Kg

BNN Masih Kejar Tiga WNA Jaringan Sabu 10 Kg
Jakarta, Obsessionnews - Atas pengembangan Narkoba yang dilakukan oleh penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil menggagalkan transaksi narkotika di depan sebuah rumah sakit di kawasan Sunter Jakarta utara. Di tempat kejadian perkara, petugas BNN mengamankan dua orang wanita WNI, diantaranya YAD (38) dan KE (35), beserta barang bukti sabu seberat 2.351,2 gram yang disembunyikan dalam mesin potong rumput dan 8.041,7 gram sabu lainnya disembunyikan dalam mesin pompa air. "Total sabu disita dari jaringan ini adalah 10.392,9 gram," ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Deddy fauzi elhakim di Jakarta, Kamis (9/7/2015). Dia menjelaskan, diduga kuat barang tersebut diselundupkan dari Tiongkok. Kasus ini berhasil diungkap setelah dilakukan penyelidikan selama kurang lebih dua bulan. Dari hasil pemeriksaan, YAD yang diduga dikendalikan seorang laki-laki WNA Amerika Serikat, sementara KE  dikendalikan oleh dua orang laki-laki WNA Nigeria dan seorang laki-laki WNI. "Para pengendali jaringan ini masih dalam pengejaran petugas BNN," kata Deddy. Berikut Kronologi Pengungkapan Kasus. Pada tanggal 30 Juni 2015, YAD menerima paket kiriman barang berupa 3 dus besar yang berisi mesin potong rumput. Di dalamnya terdapat enam bungkus plastik warna hitam berisi narkotika jenis sabu seberat +2.351,2 gram. Selain itu, YAD menerima paket berupa 9 dus kecil berisi 9 mesin pompa air. Di setiap mesin terdapat dua bungkus plastik sejumlah 18 bungkusan narkotika jenis sabu seberat + 8.041,7 gram. Total keseluruhan sabu yang diterima adalah 10.392,9 gram. Selanjutnya, pada tanggal 2 Juli 2015, YAD diperintahkan oleh JM (kekasihnya, seorang pria WNA Amerika Serikat, DPO) untuk mengantar semua barang tersebut ke sebuah daerah di Sunter dengan menggunakan taksi. Saat memasukkan barang tersebut ke dalam taksi, YAD diamankan petugas BNN. Setelah itu petugas melakukan pengembangan dengan cara controlled delivery dan berhasil mengamankan KE di depan sebuah rumah sakit di Sunter. Dalam jaringan ini, KE berperan sebagai kurir yang menerima barang. (Purnomo)