Kemenkop Latih UKM di Daerah Perbatasan

Jakarta, Obsessionnews - Untuk mempercepat tercapainya kemakmuran di daerah perbatasan, Kementerian Koperasi dan UKM melakukan pelatihan keterampilan usaha dan vocational bagi masyarakat yang tinggal di 7 (tujuh) daerah perbatasan. Pelatihan ini sekaligus untuk menyongsong Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). "Karena mereka setiap hari berdagang dengan luar negeri, kalau mereka kalah bersaing itu kasihan, makanya diberikan pelatihan ketrampilan," ujar Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS di Jakarta, Senin (6/7/2015). Tujuh daerah perbatasan yang dimaksud adalah Entikong di Kabupaten Sanggau dan Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Di Morotai di Kabupaten Belu, Motamasin di Kabupaten Malaka, Wini di Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur dan Sekou Mabo, Kabupaten Jayapura, Papua. Prakoso mengatakan pelatihan keterampilan yang dilakukan berupa kerajinan sumber daya lokal, pengolahan makanan seperti ikan menjadi abon, keladi menjadi tepung, serta membuat ikan asin dan pengasapan. Setelah dibekali dengan keterampilan yang cukup selanjutnya Kemenkop akan memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 25 juta per orang. "Kita tanyakan kepada mereka apa yang mereka butuhkan, jadi seperti keterampilan apa yang mereka butuhkan, kerajinan, membuat makanan atau hal lain," katanya. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadikan pelaku usaha naik kelas dari skala mikro menjadi kecil dan kecil naik menjadi skala menengah. Karena itu, kata Prakoso menuturkan proses pendampingan akan terus mereka lakukan hingga masyarakat di sana sudah mampu mandiri. "Mereka kalau mau keluar kami usulkan berkelompok membentuk koperasi. Karena koperasi sebagai tempat mereka berlatih untuk berusaha, kedua cara mengelola keuangan dan cara pemasaran, dan mencari modal," tutur dia. (Has)





























