Demo Sopir Truk Pelabuhan Ricuh

Demo Sopir Truk Pelabuhan Ricuh
Surabaya, Obsessionnews – Puluhan sopir truk dan perusahaan transportasi berujukrasa di depan pintu gerbang Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (6/7/2015). Para sopir truk keberatan dengan kebijakan operator pelabuhan yang tidak mengijinkan masuk pintu gerbang bagi muatan muatan truk yang melebihi ketinggian portal, yakni maksimal 3,80 meter. Pintu gerbang atau portal menuju Dermaga Jamrud Utara itu bagi truk yang mengalami overload pada muatan yang melebihi muatan sumbu terberat (MST) dan ketinggian muatan. Adapun berat konfigurasi sumbu truk bervariasi. Mengenai ketinggian muatan tak boleh melebihi pintu ramdoor . Tinggi pintu ramdoor sekitar 3,7 meter dan cardeck sekitar 4 meter. Tak tanggung-tanggung, puluhan truk tersebut mengakibatkan antrean panjang hingga Jalan Prapat Kurung, Surabaya. Bahkan, menutup jalan masuk dan keluar Terminal Jamrud Utara. Pantuan di lapangan, puluhan sopir truk dan Port Sequrty Tanjung Perak, serta Polres Pelabuhan Tanjung Perak sempat bersitegang. Para sopir memaksa petugas keamanan pelabuhan untuk membuka pintu masuk. “Jika kebijakan itu diterapkan dadakan seperti sekarang, usaha kami bisa gulung tikar, karena sebagian besar muatan sembako (sembilan bahan kebutuhan pokok) bisa busuk,” kata Muchlis, perusahaan ekspedisi Mitra Abadi Jaya saat adu mulut dengan Ahmad Yani Manager Port Facility Sequrty Officer (PFSO) Tanjung Perak. [caption id="attachment_48808" align="alignnone" width="640"]BERSITEGANG : Manager PFSO Tanjung Perak, Ahmad Yani saat bersitegang dengan para sopir yang mendesak segera dibuka pintu gerbang Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (6/7/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto) BERSITEGANG : Manager PFSO Tanjung Perak, Ahmad Yani saat bersitegang dengan para sopir yang mendesak segera dibuka pintu gerbang Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (6/7/2015). (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)[/caption] Demi kelancaran arus barang di Pelabuhan Tanjung Perak, Ahmad Yani mengundang perwakilan sopir untuk duduk bersama mencari solusi terkait muatan truk yang overload. Namun, niat baik managemen Pelindo Cabang Tanjung Perak tersebut justru ditolak, karena dianggap tidak transparan terhadap sopir-sopir lainnya. “Sabar-sabar! Minta tolong siapa yang mau ditunjuk sebagai juru bicara. Kita bicara baik-baik, karena ini urusannya sudah negara (obyek fital),” kata Ahmad Yani. Pada akhirnya demo sopir truk tersebut yang berlangsung lebih dari 1 jam tersebut berangsur-asur selesai, setelah Polres Pelabuhan Tanjung Perak meminta petugas keamanan untuk membuka pintu gerbang Dermaga Jamrud Utara bagi truk yang hendak masuk KM Mahkota Nusantara tujuan Balikpapan, Kalimantan Timur. Sementara itu, Kepala Humas PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak Dhany R. Agustian membantah pihaknya tidak mensosialisasikan kebijakan tersebut. Semua operator pelayaran dan pengguna jasa (ekspedisi) pun telah sepakat terhadap muatan overload yang mengancam keselamatan pelayaran. “Pasca terbakarnya Kapal Kirana IX milik PT Dharma Lautan Utama tahun 2011 lalu, kami sudah meminta Kapolres untuk menertibkan muatan truk yang overload. Tinggal, regulator (Otoritas Pelabuhan) tetap memuka kran tanpa memperhitungkan keselamatan pelayaran,” tegasnya. Terkait hal tersebut, Kabid Lala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Hernadi belum bisa memberikan keterangan. Pihaknya akan segera mengundang seluruh stake holder di wilayah kerja Tanjung Perak. “Kebijakan tersebut sejauh mana penerapannya dan seperti apa kesepakatannya. Apakah ada dispensasi terhadap muatan. Tapi, intinya aturan tetap harus ditegakkan,” tandasnya. Untuk diketahui, pembangunan portal pada pintu gerbang Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak adalah tindaklanjut atas terbakarnya Kapal Motor Kirana IX di Pelabuhan Tanjung Perak pada 28 September 2011 lalu. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada instalasi listrik bagian atap dek kapal, tempat truk fuso parkir saat peristiwa kebakaran terjadi. (GA Semeru)