Tiga Laga Klasik Chile vs Argentina

Tiga Laga Klasik Chile vs Argentina
Chile - Argentina dan tuan rumah Chile akan bertemu di final Copa America 2015 dengan latar belakang historis yang sangat berbeda jauh. Tim Tango berpeluang menyamai catatan trofi terbanyak yang dipegang oleh Uruguay, yaitu 15 gelar juara, apabila berhasil meraih kemenangan akhir pekan nanti (4/7). Namun, hal seperti itu, tidak akan bisa dirasakan oleh Chile. Alih-alih menyamai rekor trofi terbanyak, sejauh ini mereka sekalipun belum pernah merasakan manisnya trofi Copa America. Ini akan menjadi gelar pertama La Roja seandainya bisa menaklukkan Argentina. Kedua tim bertemu sebanyak 85 kali sepanjang sejarah, dengan Argentina mendominasi kemenangan sebanyak 57, sementara Chile hanya mampu mengklaim enam kemenangan dan 22 hasil lainnya berakhir imbang. Pertandingan nanti bisa dibilang menjadi pertemuan antara dua tim terbaik di turnamen tahun ini. Jelang laga prestisius tersebut, kami menyajikan tiga pertandingan terbaik antara kedua tim dalam beberapa tahun terakhir, seperti yang dilansir laman resmi Copa America: Chile vs Argentina2 Argentina dan Cile mengawali kualifikasi Piala Dunia 2014 dengan saling berhadapan di Estadio Monumental pada 2011 silam. Tuan rumah hanya butuh delapan menit untuk mencetak gol pembuka, berkat duo Real Madrid saat itu - Gonzalo Higuain dan Angel Di Maria - dengan nama terakhir memberi umpan cantik untuk diselesaikan oleh sang striker. Higuain nyaris membalas umpan Di Maria pada menit ke-26, tetapi umpan terobosannya dilesakkan menjadi gol oleh Lionel Messi yang tiba lebih cepat. Cile tidak bisa bangkit dan kembali terpuruk di babak kedua, Higuain sukses mencetak gol kedua dari jarak dekat pada menit ke-52. Bagaimanapun juga, Cile melihat sedikit harapan ketika pukulan kiper Mariano Andujar sangat buruk, sehingga mereka bisa memperkecil ketertinggalan melalui Matias Fernandez. Tetapi, tiga menit kemudian, harapan Cile kandas setelah kali ini giliran kiper mereka, Claudio Bravo, yang melakukan kesalahan saat bola sapuannya diambil oleh Messi sebelum diumpan kepada Higuain yang kemudian menuntaskan hat-trick. Argentina akhirnya memuncaki kualifikasi zona Amerika Selatan, sementara Cile duduk di posisi ketiga, terpaut empat angka dari La Albiceleste. [caption id="attachment_48264" align="alignnone" width="640"]Cile 1-0 Argentina - Kualifikasi WC 2010. (goal.com) Cile 1-0 Argentina - Kualifikasi WC 2010. (goal.com)[/caption] Pertandingan final akhir pekan nanti juga menjadi lokasi di mana Cile meraih kemenangan terakhir atas Argentina tujuh tahun silam. La Albiceleste datang ke markas Cile dengan hasil dua imbang dari tiga laga terakhir, sementara La Roja butuh kemenangan untuk bisa bangkit usai tumbang 1-0 dari Ekuador pada laga sebelumnya. Cile yang diasuh Marcelo Bielsa saat itu langsung menggedor pertahanan tim tamu, bahkan mereka mampu menggetarkan mistar gawang Argentina melalui tandukan Contreras. Namun, gol yang ditunggu akhirnya tiba pada menit ke-35, Gary Medel merangsek menembus sisi kiri pertahanan lawan sebelum melepas umpan silang yang disambar oleh Fabian Orellana. Di sisa waktu, Argentina tidak mampu memberi respons. Trio Messi, Aguero dan Milito tidak dapat berbuat banyak hingga laga berkesudahan dengan satu gol. Cile menduduki posisi kedua di zona Conmebol, terpaut satu angka di bawah Brasil, sementara Argentina berhasil meraih tiket ke Afrika Selatan dengan cukup susah payah. [caption id="attachment_48266" align="alignnone" width="640"]Cile 0-2 Argentina - Copa America 1997. (goal.com) Cile 0-2 Argentina - Copa America 1997. (goal.com)[/caption] Kedua tim membutuhkan kemenangan setelah meraih hasil mengecewakan di partai pembuka Copa America 1997. Argentina ditahan imbang tanpa gol oleh Ekuador, sementara Cile dibekap Paraguay dengan skor 1-0. Pertandingan tampak akan berakhir dengan skor imbang 0-0 lagi, tetapi pada menit ke-71, pelatih tim Tango Daniel Passarella melakukan pergantian yang mengubah pertandingan. Julio Cruz dimasukkan mengganti Jose Luis Calderon, dan ketika waktu menyisakan tujuh menit dalam waktu normal, gocekannya membuat Sergio Berti mendapatkan ruang untuk memecah kebuntuan. Cruz kembali menciptakan assist pada menit 87, dikepung beberapa bek ia kemudian melepaskan umpan pada Marcelo Daniel Gallardo yang membobol gawang Cile melalui sepakan dari luar kotak penalti. Cile pada akhirnya berakhir sebagai juru kunci di grup A, sementara Argentina lolos ke delapan besar sebagai runner-up, namun pada akhirnya disingkirkan oleh Peru dengan skor 2-1. (goal.com)