Tidak Ada Yang Nonton, BBC World Service Potong Seribu Posisi

Tidak Ada Yang Nonton, BBC World Service Potong Seribu Posisi
Jakarta, Obsessionnews - Media massa di Indonesia bisa mati kapan saja kalau tidak ada iklan atau sokongan besar dari pemiliknya. Tapi di Inggris, sebuah stasiun televisi mengambil keputusan potong seribu posisi lantaran tak ada yang menonton. Direktur Jenderal BBC Tony Hall mengatakan, dengan memangkas posisi-posisi tersebut, pihaknya bisa menghemat 50 juta pundsterling atau sekitar Rp 1 triliyun. Meski BBC World Service merupakan bagian penting dari kekuatan diplomasi Inggris, sudah tak bisa lagi menikmati kucuran dana pemerintah setelah dihentikan sejak 2014 lalu. Makanya, salah satu sumber utama pendapatannya cuma berasal dari iuran televisi yang dibayarkan warga Inggris. Seandainya jumlah penonton langsung televisi berkurang, maka menyusut pula rezekinya. Dan, hal yang ditakuti itu pun akhirnya benar-benar terjadi. Seribu posisi dipotong karena selisih anggaran sebesar 150 juta poundsterling atau setara Rp 3,1 triliyun akibat kurangnya pemasukan dari iuran televisi. Rumah tangga di Inggris yang menyatakan tidak menonton tv secara langsung, meningkat. Makanya, sebagian besar penghematan akan dilakukan pada bagian profesional dan pendukung, sementara struktur manajemen akan dirampingkan. Tony Hall mengatakan, saat ini pihaknya menghadapi pilihan sulit akibat iklim keuangan yang keras. Sepanjang tahun 2011, lebih dari satu juta orang meninggalkan tv. Keputusan menjadi tambah rumit lantaran adanya layanan baru. Dan, Hall juga melakukan pemotongan guna menyederhanakannya. Lebih repot lagi, para pengambil keputusan di stasiun tv BBC World Service juga akan dikurangi. Sekedar catatan, hingga saat ini BBC World Service yang mengudara dengan BBC Arab, Somalia dan Hindi, merupakan media dengan layanan 42 bahasa termasuk Indonesia. Pemotongan anggaran BBC World Service, merupakan bagian dari upaya pemerintah Inggris dalam mengendalikan defisit anggarannya. Akibat keputusan pemangkasan anggaran sekitar 16 persen, BBC World Service harus menutup sejumlah programnya. Mereka harus mengakhiri program siaran radionya dalam tujuh bahasa sehingga mengakibatkan PHK terhadap 650 orang.(Mahbub Junaidi)