Akbar: Perlu Reshuflle untuk Penyempurnaan Kabinet

Akbar: Perlu Reshuflle untuk Penyempurnaan Kabinet
Jakarta, Obsessionews - Melemahnya rupiah merupakan tantangan pemerintah Jokowi-JK selama kurang lebih satu semester kepemimpinannya. Ketua Dewan Penaishat Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, dengan kondisi lemahnya rupiah saat ini perlu melakukan perubahan untuk melakukan penyempuranaan kabinet atau perombakan kabinet (reshuffle). "Memang kalau reshuflle itu kan hak progratif Presiden. Tapi kalau kita lihat sekarang ini opini kuat menghendaki mengadakan perubahan atau reshuflle terhadap kabinet. Dan kalau saya berpendapat baiknya memang diadakan perubahan supaya diadakan reshuflle terutama di bidang ekonomi yang dalam hal ini mengalami penurunan dalam suatu investasi dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi kita hari ini, semua tidak lepas dari peran pemerintah yaitu kabinet," ungkapnya kepada obsessionnews.com. Hal ini ditegaskan Akbar Tandjung di sela-sela buka puasa bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di kediamana Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan Jl. Denpasar Raya Blok C No 4 Kuningan, Jakarta, Kamis (2/7/2015). AkbarTandjung1 Meski demikian, mantan Ketua DPR RI ini menilai, jika pelemahan ekonomi saat ini masih bisa dikontrol dibandingkan situasi ekononi 1998 lalu. "Kalau kita lihat dari sisi nilai rupiah terjadi penurunan, tapi kalau kita lihat penurunan itu masih bisa dikontrol misalnya sekarang Rp 13.300 atau Rp13.400. Jadi kelihatannya penurunan itu tidak seperti dialami 98 lalu bahkan mencapai Rp17.000. Jadi saya lihat masih bisa dikontrol," pungkasnya. Menurut Akbar, terjadinya penurunan rupiah juga disebabkan pengaruh dari ekonomi luar negeri khususnya negara Amerika, kalau dolarnya lemah maka rupiah kuat dan kalau dolarnya kuat maka rupiah akan menjadi lemah. "Tapi apapun itu harus melakukan perubahan, penyempuranaan kabinet. Kan bukan saja semata-mata dalam bidang ekonomi tapi dalam bidang hukum juga," tutur mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) ini. (Asma)