Tarik Ulur di Zona Euro

Tarik Ulur di Zona Euro
Jakarta, Obsessionnews - Kalau di Indonesia disebut-sebut sedang berjalan operasi 'George Soros' guna menggoyang kursi Presiden RI lewat dilemahkannya mata uang rupiah, di Benua Biru perang terbuka sedang berkobar antara kreditur Uni Eropa-IMF dengan Yunani. Singkatnya begini. Yunani dianggap gagal bayar hutang sebesar 1,6 milyar euro kepada International Monetary Fund (IMF) yang sudah jatuh tempo pada 30 Juni 2015 lalu. Pemberi pinjaman dari Uni Eropa bersedia kucurkan dana sebanyak 700 milyar euro lebih demi menyelamatkan ekonomi negeri dewa tapi syaratnya pangkas pensiun PNS, naikkan pajak dan potong anggaran belanja. Pemerintah beserta rakyatnya tidak mau turuti syarat itu. Di banyak pernyataannya, Perdana Menteri Alexis Tsipras malah memberi pesan agar IMF dan Uni Eropa tak usah terlalu dalam mencampuri urusan rumah tangga Yunani dengan mengajukan syarat-syarat tadi. Kalau mau bantu ya bantu saja. Akibat krisis yang berkepanjangan ini, ancaman resiko terburuk adalah Yunani dikeluarkan dari zona mata uang euro. Tapi Tsipras berpandangan, kalau sampai itu terjadi dampaknya terlalu besar bagi perekonomian Eropa. Ogah Bayar Hutang Media-media massa internasional melaporkan kalau Yunani sengaja tak membayar hutangnya kepada IMF meski sudah jatuh tempo dengan menolak semua syarat yang diajukan. Ancaman terburuk pun cuma dianggap gertak sambal dari para pembohong. Ada point di dalam piagam IMF yang menyebutkan, penundaan pembayaran hutang oleh peminjam bermasalah boleh dilakukan sampai lima tahun setelah pinjaman diteken. Itu juga kalau tujuannya demi meredam resiko terburuk, kecuali ancaman dikeluarkan dari zona euro Gagal bayar hutang kepada IMF hingga harus dilakukan penundaan sampai bertahun-tahun sudah dilakukan Nikaragua pada 1982. Dan Yunani, sepertinya menempuh jalan serupa. Tunggu Sampai 5 Juli Tepat ketika hutang jatuh tempo pada Selasa, 30 Juni kemarin, ribuan warga menggelar unjuk rasa pro pemerintah di luar gedung parlemen di ibukota Athena. Pernyataannya satu. 'Tidak' atas segala syarat dari IMF serta negara-negara Eropa yang bakal resmi diputuskan pada 5 Juli mendatang melalui referendum. Sikap Tsipras dan rakyatnya ini, sepertinya lantaran Perdana Menteri Irlandia Enda Kenny, berpendapat bahwa para pemimpin Yunani mengajukan tuntutan yang tak beralasan kepada Uni Eropa dengan tidak mau menuruti semua syarat yang sudah diberikan. Sebelumnya, Presiden Komisi Eropa, Jean Claude Juncker, malah bilang Athena sudah melakukan pengkhianatan. Kanselir Jerman Angela Merkel mencoba ajukan jalan tengah dengan mengatakan pintu perundingan tetap terbuka bahkan hingga setelah referendum sekalipun, selama pemerintah Athena bersedia untuk berkompromi. Sekedar info, saat ini warga hanya diperbolehkan mengantongi duit paling banyak 60 euro. Bahkan, gara-gara stok uang pecahan 20 euro di ATM habis, akhirnya hanya lembaran 50 euro saja yang tersisa. Secara otomatis, hak warga selama sehari penuh pun terpangkas. Meski persediaan uang beredar sangat terbatas yang memungkinkan daya beli menurun, anehnya persediaan berbagai kebutuhan tetap saja membanjiri pasar Yunani. Padahal sebelumnya, aksi borong sudah terjadi akibat kekhawatiran langkanya komoditi pokok. (Mahbub Junaidi)