Netizen Anggap Soeharto Tak Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Netizen Anggap Soeharto Tak Layak Dapat Gelar Pahlawan Nasional
Jakarta, Obsessionnews – Gerakan reformasi berhasil memaksa Presiden Soeharto turun dari kursi kekuasaannya pada 21 Mei 1998. Itulah akhir karier Sang Jenderal Besar yang berkuasa selama 32 tahun. Pada tanggal 27 Januari 2008 dalam usia 86 tahun Soeharto menghembuskan nafas terakhir karena sakit di Jakarta.(Baca: Layakkah Soeharto Dapat Gelar Pahlawan Nasional?) Setelah Soeharto wafat, para pendukungnya memperjuangkan agar Soeharto dianugerahi gelar pahlawan nasional. Namun, dalam masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) perjuangan para pendukung Soeharto tersebut tak berhasil. Kini di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), para pendukung Soeharto kembali mengusulkan Soeharto diberi gelar pahlawan nasional. (Baca: Waspadai Kebangkitan Soehartoisme) Pendukung Soeharto yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) yang dipimpin Yusuf Rizal aktif menyosialisasikan perjuangannya agar Soeharto mendapat gelar pahlawan nasional. LIRA sudah mengusulkan kepada Kementerian Sosial terkait gelar pahlawan nasional untuk Soeharto. “Soeharto kami nilai telah mampu memberikan dan menyumbang terwujudnya pembangunan Indonesia. Selama 32 tahun memimpin Indonesia, Soeharto memiliki banyak prestasi yang bisa diukur dan dirasakan masyarakat,” kata Presiden LIRA Yusuf Rizal kepada media di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/6/2015). Apa yang dilakukan Yusuf Rizal itu mendapat reaksi keras dari kalangan netizen. Sejumlah netizen yang tergabung di beberapa grup diskusi di facebook menganggap Soeharto tak layak mendapat gelar pahlawan nasional. Di grup facebook Komunitas Jokowi-JK Kudus Pati seorang netizen bernama Salemensen Sinaga dalam komentarnya Selasa (30/6/2015) menyatakan Soeharto tak layak mendapat gelar pahlawan nasional. Menurut Salemensen, Soeharto penghancur kehidupan bangsa yang selalu berlindung pada pengencangan ikat pinggang. Ternyata keluarga dan kroninya korupsi besar-besaran. Hal yang sama juga diungkapkan netizen bernama Ganda M. Cibu di grup dan tanggal yang sama. “Tidak layak sama sekali, yang menghancurkan indonesia hingga saat ini sangat terpuruk dan tidak mampu mengelola Sumber daya alamnya ya karena dia, Manusia yang tidak pernah memikirkan negaranya apa layak disebut pahlawan?” katanya. Sementara itu di grup diskusi Jokowi Presiden Ku seorang netizen bernama Syahril Moersid pada Rabu (1/7/2015) antara lain memberikan komentar sebagai berikut: 1.Soeharto saat menjadi Pangdam Diponegoro bekerja sama dgn Lim Siou Liong menyelundupkan senjata, dan karena kasus ini Bung Karno memerintahkan Jendral A.H. Nasution untuk mengusut Kasus Penyelundupan Senjata. Saya waktu masuk ITB 74 pernah beli Buku Putih yg salah satu isinya membahas tentang Kasus Penyelundupan senjata oleh Soeharto dan Lim Siou Liong, ternyata Buku Putih yg saya kirim thn 1974 dari Bandung ke Jakarta ketempat dimana ayah saya berada, sampai thn 2015 ini Buku Putih tsb tidak pernah sampai dirumah. 2. Soeharto sangat OTORITER itu bukanlah pemimpin yg baik. Pemimpin yg baik adalah yg dekat dengan rakyatnya. Ingat pemimpin itu hanya menjalankan AMANAH, dia juga hanya manusia biasa yg perlu makan dan tidur, juga spt manusia yang lainnya dan perlu mendengar keluhan rakyatnya. 3. Kalo Soeharto itu jujur, seharusnya setelah 2 periode (10 tahun) , dia berhenti jadi Presiden utk memberi kesempatan buat yg lain, dan bukan memerintah selama 32 tahun????. 4. Di Zaman Soeharto lah mulai tumbuh kasus2 KORUPSI, kalau Soeharto itu sbg pemimpin yg baik dia harus beri contoh kpd bawahannya (Mentri, dlsbnya) untuk MENGHARAMKAN KORUPSI. Ternyata anak2nya melakukannya, sbg contoh saat saya berada di Tanker saat Loading minyak mentah/crude oil sebanyak 400.000 barrels, sdh bukan rahasia umum lagi setiap 1 barrel itu 1 sen utk Tommy dan 1 sen utk Bambang Tri, apakah ini tindakan yg benar???, penjualan minyak mentah itu seutuhnya harus masuk ke Kas Negara sbg uang Rakyat. (arh)