Cara Mengatasi Kurangnya Pasokan Kedelai

Jakarta, Obsessionnews - Hasil penelitian dan pengembangan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk menghasilkan bibit unggul kedelai dengan teknik mutasi radiasi sudah menghasilkan delapan varietas unggul kedelai kuning yakni Muria, Tengger, Meratus, Rajabasa, Mitani, Mutiara 1 yang berpotensi menghasilkan 2,4 ton perhektar. Sementara Mutiara 3 mampu memproduksi 3,2 ton perhektar. Selain itu, ada juga pengembangan varietas kedelai hitam yang dimulai tahun 1938, 1992 dan 2007. Tujuan dihasilkannya varietas-varietas unggul tadi, menurut Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto guna membenahi persoalan kurangnya pasokan kacang kedelai di dalam negeri. Sebab, kebutuhan kedelai nasional hingga saat ini 70%-nya masih ditutupi lewat jalan impor. Tapi kenapa persoalan tidak juga selesai ? Djarot menjelaskan, persoalannya bukan cuma sekedar benih. Meski kebutuhan sudah mendesak untuk meningkatkan produksi, di tingkat petani, menanam kedelai sama sekali tidak menggiurkan. Makanya, keuntungan di tingkat penanam perlu juga dinaikkan. "Sekarang dicitrakan lebih baik tanam padi ketimbang kedelai. Kalau sudah begitu, lebih baik impor," kata Djarot kepada obsessionnews.com, Kamis (2/7/2015). Menurut pengakuan Djarot, BATAN sudah melaksanakan kewajibannya dengan menambah jumlah variasi benih yang bisa dipakai guna mendongkrak jumlah produksi. Namun, tata niaga juga perlu diperbaiki. Selain itu, Kementerian Pertanian juga perlu menangkap sinyal agar ada perbaikan pada sistem pengadaan kedelai. "Dampaknya masih kecil dan perlu bicara dengan pemangku kepentingan lain," tutup Djarot.(Mahbub Junaidi)





























