Komisi I DPR Minta Pengadaan Pesawat Hibah Dihapus

Komisi I DPR Minta Pengadaan Pesawat Hibah Dihapus
Jakarta, Obsessionnews - Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin merasa prihatin, atas peristiwa jatuhnya Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) di Medan Sumatera Utara. Sebab, peristiwa seperti ini sudah kerap menimpa terhadap pesawat TNI. Untuk itu, ia meminta kepada Panglima TNI untuk mengevaluasi kembali kondisi pesawat miliki TNI. Ia menyarankan, agar TNI tidak lagi membeli pesawat hibah. Pasalnya, sering kali kondisi pesawat hibah mesinya sudah tidak layak pakai, karena umurnya yang sudah cukup tua. "Jangan lagi ada hibah yang mahal, tapi beli saja yang jumlahnya sedikit tapi bagus," ujar TB, sapaan akrab Tubagus, di DPR, Selasa (30/6/2015). Keinginan untuk memperbaharui pesawat milik TNI memang masih dalam hal wacana. Sering kali pemerintah selalu terkendala dengan persoalan anggaran. Karenanya, TB meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memenuhi janjinya dalam penaikan anggaran untuk TNI, terutama dalam pembelian alat-alat persenjataan. ‎ "Saya menagih janji Jokowi anggaran pertahanan bisa dinaikkan satu setengah sampai 3 persen. Kalau memungkinkan ‎dengan konsentrasi pada alustista angkatan laut dan udara," terangnya. ‎Diketahui, Pesawat Hercules dengan nomor ekor A-1310 jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, dekat Lanud Soewondo bekas Bandara Polonia, Medan. Pesawat tersebut jatuh di sebuah kompleks perumahan yang sedang dalam pembangunan di Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan. ‎Pesawat yang berasal dari Skuadron 32 di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, dengan pilot Kapten Penerbang Sandi tengah menjalankan kegiatan rutin mengantar logistik ke Lanud Halim Perdanakusuma, Pekanbaru, Dumai, Medan, Tanjung Pinang, Ranai, dan Pontianak. Namun Naas, pesawat akhirnya jatuh. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya mengatakan, pesawat jatuh pada pukul 12.08 WIB setelah dua menit dari lepas landas. Lokasi jatuhnya pesawat sekitar 5 kilometer dari Lanud Soewondo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, 15 orang mati dalam insiden tersebut. (Albar)