Akibat Korsleting Listrik, KM Meratus Sumbawa I Terbakar

Akibat Korsleting Listrik, KM Meratus Sumbawa I Terbakar
Surabaya, Obsessionnews – Kapal KM Meratus Sumbawa I terbakar di tengah laut di perairan alur pelayaran barat Surabaya (APBS) atau area labuh jangkar Buoy 5, Karang Jamuang, Gresik. Api diduga berasal dari kamar mesin akibat korsleting listrik. Informasi yang dihimpun Obsessionnews.com, kapal kontainer berbobot 3256 gross tonnage (GT) yang tiba dari Maumere, Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (29/6/2015) sekitar pukul 19.00 WIB tiba-tiba asap hitam disertai api muncul dari kamar mesin. Sontak, 19 anak buah kapal (ABK) berhamburan. Api semakin membesar hingga membakar anjungan kapal. Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Rudiana mengatakan kapal yang dinahkodai Meita Dwi Agus. S dengan 19 anak buah kapal (ABK) itu bersama kapan tandu (KT) dan sekoci cepat jenis rigid inflatable boat (RIB) 324 milik PT Pelindo Marine Service (PMS) turut membantu evakuasi kebakaran kapal di Buoy 5. “Diduga kebakaran diperkirakan akibat korsleting listrik yang menimbulkan bunga api dan mengenai BBM hingga terjadi ledakan,” kata Rudiana, Selasa (30/6/2015). Ia menjelaskan, 15 orang ABK dievakuasi oleh RIB 324 dan MP 47 ke Karang Jamuang. Sedangkan, 4 orang dibawa ke KM Meratus Katingan . Selain itu, KT Anggada X juga turut mengevakuasi crew KM Meratus Sumbawa I. “Pukul 00.30 WIB api sudah padam dan tidak ada korban jiwa,” tegasnya. KM MERATUS SAMUDRA - KAPAL PANDU EVAKUASI DAN PEMBASAHAN - Rudiana menambahkan, selama lima jam Kapal Tunda Anggada dan Joyoboyo berupaya memadamkan api dengan menggunakan water cannon. Pemadaman dibantu armada Penjaga Laut dan pantai Tanjung Perak, Basarnas dan KSOP Gresik. Tim evakuasi Cabang Perak (Divisi Pelayanan Kapal) memerintahkan agar KT.Anggada X milik PT PMS untuk melakukan pemadaman (Fire Fighting). “Sampai saat ini (kemarin,red) pemadaman masih terus berlanjut”, jelasnya. Kendati begitu, kapal yang bermuatan 90 kontainer itu belum bisa dipakai. Karena masih dalam tahap pendinginan atau pembasahan. Praktis para ABK hanya berada di luar. “Semuanya sudah diserahkan kepada pemilik motor (PT Meratus Line),” tandas Rudiana. Sementara itu, PT Meratus Line yang dikonfirmasi memilih bungkam terkait kebarakan KM Meratus Sumbawa I. (GA Semeru)