Sutiyoso Berpeluang Besar Lolos di DPR Jadi Kepala BIN

Jakarta, Obsessionnews - Mantan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Letjen TNI (Purn) Sutiyoso diprediksi memiliki peluang besar lolos menjadi Kepala Badan Intelijen (BIN) dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di Komisi I DPR RI pada Selasa (30/6/2015). Hal itu disampaikan oleh Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi. Pasalnya, dalam Undang-Undang No.11/2011 tentang intelijen negara, tidak disebutkan adanya penegasan DPR dapat menolak atau menerima calon kepala BIN yang diajukan oleh Presiden. Sifat DPR hanya memberi masukan. "Jadi prediksi saya Sutiyoso akan mulus dalam uji kelayakan dan kepatutan tersebut dan segera akan dilantik oleh Presiden sebagai KaBIN," saat dihubungi, Minggu (28/6/2015). Menurutnya, pada uji kelayakan dan kepatutan nanti, DPR paling hanya melihat rekam jejak dan mempertanyakan kompetensi serta komitmen Sutiyoso terhadap keutuhan NKRI. "Dan pilihan atas Sutiyoso itu pilihan atas sejumlah calon lain yang dalam bahasa saya sebagai pilihan paling realistis yagg dilakukan oleh Jokowi untuk posisi KaBIN," ujarnya. Pilihan Joko Widodo untuk memilih Bang Yos sapaan akrab Sutiyoso sebagai kepala BIN, dianggap sudah tepat. Sebab, Jokowi memang butuh orang yang dipercaya untuk bisa memberikan informasi yang benar dan valid, tentang berbagai persoalan kenegaraan. Dan Sutiyoso dikenal sebagai orang dekat Jokowi. Meski demikian, masih ada orang yang beranggapan Sutiyoso tidak pantas untuk menjadi kepala BIN. Alasanya, ia disebut-sebut belum bisa berdamai dengan masa lalu. Sebagai mantan Kepala Pangdam Jaya. Bang Yos diduga kuat terlibat aktif dalam penyerangan Kantor DPP PDI-P 27 Juli 1996. Peristiwa yang dikenal dengan Kudatuli ini kerap dijadikan alat oleh sekelompok orang untuk menganjal Sutiyoso. Ia tetap dituding sebagai pelaku kejahatan hak asasi manusia. Namun, Muradi menilai peristiwa itu sudah menjadi persoalan. Sebab, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri sudah berdamai dengan Sutiyoso. Indikator Mega sudah tidak memiliki masalah dengan Bang Yos atas kasus Kudatuli, ungkapnya, Bang Yos diajukan Megawati menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk periode kedua. "Kalau soal usia, dulu Pak Syamsir Siregar juga diajukan oleh SBY dan tidak ada masalah karena ditutupi oleh kompetensi masing-masing," jelasnya. (Albar)





























