Deputi Penempatan BNP2TKI Tangkap 3 Joki EPS TOPIK

Deputi Penempatan BNP2TKI Tangkap 3 Joki EPS TOPIK
Bandung, Obsessionnews - Deputi Penempatan BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia) Agusdin Subiantoro menangkap tangan 3 Joki dalam Tes EPS TOPIK calon TKI Korea dalam sidak ke lokasi Tes di Kampus IKOPIN Jatinangor, Jawa Barat, Sabtu (27/6). Dari tiga joki yang tertangkap, dua orang langsung diserahkan ke Polsek Jatinangor untuk diproses hukum dan satu orang melarikan diri. "Kita sudah sampaikan berkali kali, tidak ada kompromi kepada para joki, karena tindakan mereka menyakiti peserta lain yang sudah sungguh-sungguh belajar selama bertahun-tahun," tegas Agusdin. Agusdin menambahkan agar pihak kepolisian menindak juga Lembaga Pelatihan Bahasa Korea (LPK) yang terlibat dalam perjokian. "Usut tuntas LPK yang terlibat dalam perjokian!" pintanya. Untuk mengantisipasi kecurangan dan perjokian, Agusdin mengatakan bahwa BNP2TKI dan HRD Korea terus melakukan pembenahan dalam sistem tes calon TKI Korea. Salah satunya dengan menerapkan finger print sehingga tidak ada Joki serta menggunakan detector metal sehingga tidak ada peserta yang membawa HP dan alat komunikasi lainnya. "Tapi masih ada juga yang mencoba untuk melakukan kecurangan. Aneh juga," ungkapnya. Tes calon TKI Korea atau dikenal dengan Tes EPS TOPIK (Employment Permit System Test of Proficiency in Korea) di selenggarakan 27-28 Juni 2015 di empat kota secara serentak masing di Jakarta, Bandung, Solo dan Surabaya. Sekitar 28 ribu calon TKI mengikuti tes EPS TOPIK memperebutkan peluang bekerja sebagai buruh di sektor manufaktur di negeri ginseng tersebut dengan gaji sekitar 13 juta di lembur dengan kontran 3-5 tahun bekerja di perusahaan-perusahaan di Korea. Menurut Deputi Penempatan Agusdin Subiantoro, tahun ini Indonesia mendapat peluang kuota sebesar 6 ribu orang untuk bekerja di di Korea. "Peluang ini masih bisa ditambah jika kita bisa mengisi kuota yang ada secara cepat, sebagaimana tahun tahun sebelumnya". Agusdin juga menambahkan, pekerja asal Indonesia dikenal sebagai pekerja keras, santun, tidak banyak menuntut dan menempati urutan pertama pekerja asing yang ada di Korea Selatan. Ia menambahkan, BNP2TKI terus melakukan perbaikan dalam pelaksanaan EPS TOPIK sehingga menghasilkan tenaga kerja yang handal dan bisa menempati pos pekerjaan. (Asma)