Cegah Tubrukan, KM Multi Karya I Kandas

Surabaya, Obsessionnews – Kapal cargo KM Multi Karya I yang bertolak dari Dermaga Jamrud Selatan menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kandas dan miring kiri 20 derajat di kolam Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (26/6/2015) pukul 09.00 WIB. Kapal yang dinahkodai David Balukh ini menghindari salah satu kapal Indonesia Ferry yang melintas di alur penyeberangan Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) sisi Madura atau Dermaga Jamrud Utara. Derasnya arus laut mengakibatkan kapal yang membawa 16 orang anak buah kapal (ABK) bergeser hingga di kedalaman 4 meter. Sea Rider Syahbandar Utama Tanjung Perak terpaksa mengevakuasi dengan menggunakan 2 unit Tug Boad milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak. Kapal dioperatori PT. Nam Surya Citra Surabaya tersebut akhirnya berhasil dievakuasi. Kepala Syahbandar Utama Tanjung Perak, Rudiana, menjelaskan bahwa penyebab kemiringan kapal buatan tahun 1992 itu diduga ballast tank (tangki pengimbang) pada bagian kanan kiri dalam keadaan kosong. “Sehingga Sea Rider memerintahkan Nahkoda untuk mengisi ballast kanan,” katanya kepada Obsessionnews, Jumat (26/6/2015). Disaat sistem pompa ballast dapat menyesuaikan tingkat kemiringan dan draft kapal, sebagai akibat dari perubahan muatan kapal, lanjut Rudiana, Kasie Patroli Bidang Penjagaan, Patroli dan Penyidikan, Ketut Asmika berkoordinasi Asisten Manager Kepanduan PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, Hapsoro untuk mengerahkan dua unit kapal pandu/tandu ke lokasi kandasnya kapal milik PT Indo Shipping tersebut. “Satu jam kemudian Kapal Tunda Bima 324 dan Pandu 116 tiba dilokasi. Namun, pukul 11.00 WIB kondisi kapal semakin miring ke kanan, meski sudah terbebas dari posisi kandas,” paparnya.
Ia menambahkan, Kapal Tunda Joyoboyo yang tiba di lokasi langsung mengambil posisi buritan (bagian belakang kapal). Sedangkan, Kapal Tunda Bima 324 pada posisi menahan bagian haluan. “Kedua kapal pandu dan tunda bergerak bersama-sama menarik dan menunda (mendorong) menuju posisi aman,” imbuhnya. Menjelang pukul 12.00 WIB, KM Multi Karya I berhasil dalam keadaan stabil di posisi lego jangkar di perairan Kamal, Madura. Beruntung tak ada korban jiwa maupun kerugian yang ditimbulkan. Syahbandar melakukan pemeriksaan kondisi fisik kapal muat kendaraan roda empat, truk, dan alat berat (escavator), serta petikemas tersebut hingga dinyatakan aman. “Kita belum pastikan penyebab kandasnya kapal karena masih dalam pemeriksaan,” pungkasnya. (GA Semeru)
Ia menambahkan, Kapal Tunda Joyoboyo yang tiba di lokasi langsung mengambil posisi buritan (bagian belakang kapal). Sedangkan, Kapal Tunda Bima 324 pada posisi menahan bagian haluan. “Kedua kapal pandu dan tunda bergerak bersama-sama menarik dan menunda (mendorong) menuju posisi aman,” imbuhnya. Menjelang pukul 12.00 WIB, KM Multi Karya I berhasil dalam keadaan stabil di posisi lego jangkar di perairan Kamal, Madura. Beruntung tak ada korban jiwa maupun kerugian yang ditimbulkan. Syahbandar melakukan pemeriksaan kondisi fisik kapal muat kendaraan roda empat, truk, dan alat berat (escavator), serta petikemas tersebut hingga dinyatakan aman. “Kita belum pastikan penyebab kandasnya kapal karena masih dalam pemeriksaan,” pungkasnya. (GA Semeru) 




























