BNN: Indonesia Darurat Narkoba, Masyarakat Tak Peka

BNN: Indonesia Darurat Narkoba, Masyarakat Tak Peka
Jakarta, Obsessionnews - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar berpendapat bahwa permasalahan narkoba di Indonesia sudah memasuk fase darurat. Akan tetapi oleh sebagian masyarakat kondisi tersebut masih dipandang sebelah mata. Permasalahan narkotika yang sangat kronis ini menurut Anang terlihat dari jumlah penyalahgunaan narkotika yang mencapai lebih dari 4 juta jiwa. Mereka bukan hanya dari kalangan dewasa tapi juga remaja dan anak. "Dampak yang ditimbulkan juga sudah sangat mengkhawatirkan, yaitu tingkat kejahatan yang timbul," ujar Anang di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (26/6/2015). Dalam kurun waktu 2011-2014, BNN maupun kepolisian telah mengungkap 165.894 kasus kejahatan narkoba dengan melibatkan 630.871 orang tersangka. Dalam waktu yang sama juga terungkap Tindak Pidana Pencucian Uang yang berasal dari kejahatan narkoba dengan aset yang dirampas sebesar Rp 197 miliar. Sedangkan tahun 2015 Anang menyampaikan BNN berhasil mengungkap 42 jaringan baik lokal maupun internasional serta menyita barang bukti narkotika jenis Shabu sebesar 1. 141.824,54 gram sabu, 604.602 butir ekstasi, 40.435,92 gram ganja dan 38.253 gram prekursor. "Pada tahun ini BNN mengungkapkan 4 kasus TPPU yang berasal dari tindakp idana narkotika dengan aset yang disita berupa uang tunai sebesar Rp 1.839.900.000, 11 sertifikat tanah, 15 akte jual beli tanah dan 5 unit kendaraan roda empat," katanya. Anang menilai ada kecenderungan terjadi peningkatan jumlah penyalahgunaan dan kejahatan narkoba yang dikendalikan sindikat narkotika yang tersebar di seluruh dunia. Berdasarkan laporan World Drug Report tahun 2014, yang diterbitkan UNODC, organsasi dunia yang menanangani narkotika dan krminal, diperkirakan terdapat 162 sampai dengan 324 juta jiwa usia produktif yang mengkonsumsi narkoba dan kurang lebih 183 ribu orang meninggal dunia setiap tahun karena narkoba. "Peredaran narkotika dengan menggunakan internet juga terus meningkat, baik dari segi nilai transaksinya dan jenis narkotika yang dijual. Produksi narkotika di tingkat global juga terus meningkat dengan munculnya zat psikoaktif baru yang jumlahnya 320 zat," papar dia. (Has)