Ekstremis Buddha Desak Myanmar Larang Hijab di Sekolah

Ekstremis Buddha Desak Myanmar Larang Hijab di Sekolah
Myanmar - Sebuah lembaga perhimpunan biksu-biksu Buddha berpengaruh di Myanmar, sedang berupaya agar pelajar-pelajar putri Muslim di negara itu dilarang berhijab di sekolah. Situs surat kabar Express Tribune (22/6) melaporkan, Mabatha, komisi perlindungan atas suku bangsa dan agama, yang dikelola sekelompok biksu Buddha, mendesak pemerintah Myanmar untuk melarang penggunaan jilbab di sekolah-sekolah negara itu. Mabatha mengklaim, penggunaan jilbab Islam bertentangan dengan sistem pendidikan Myanmar, dan Muslimin di negara itu harus mematuhi undang-undang negara. Mabatha didirikan tahun 2013 di tengah maraknya aksi kekerasan yang dilakukan warga ekstrem Buddha terhadap Muslimin di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Kelompok ini menghimpun biksu-biksu Buddha berpengaruh di pemerintahan Myanmar. Human Right Watch menyebut Mabatha sebagai sebuah kelompok politik berpandangan ekstrem yang sepenuhnya dilindungi pemerintah dan mengejar target-target politik serta ekonomi di Myanmar. (irib.ir)