BPOM Padang Razia Makanan Buka Puasa

BPOM Padang Razia Makanan Buka Puasa
Padang, Obsessionnews - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menyasar tiga pasar tradisional di Kota Padang untuk memeriksa makanan yang dujual untuk santap buka puasa. Pemeriksaan makanan untuk santap buka puasa yang diperiksa salah satunya di pasar tradisional Pasar Raya Padang. Pemeriksaan dengan menurunkan mobil laboratorium mengawasi pabukoan bersama petugas Dinas Kesehatan dan dibantu Satuan Polisi Pamong Praja. Pemeriksaan makanan dilakukan langsung dengan mobil laboratorium guna mengambil sampel untuk memastikan tidak ada zat berbahaya. BPOM razia2 Sebelum sampel makanan uji laboratorium, petugas mengambil sampel makanan baik sambal, kolak dan es cendol ataupun es rumput laut yang dijual untuk santapan buka puasa. Pelaksana Tugas Kepala BPOM Padang Amyelli mengatakan, pemeriksaan lewat uji laboratorium dilakukan di lokasi pemeriksaan agar prosesnya cepat dan hasilnya juga segera diketahui. "Berdasarkan hasil temuan tahun-tahun sebelumnya ada yang kita temukan, makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan apabila dikonsumsi," ujar Amyelli saat melakukan inspeksi di pasar Ramadhan di kawasan Imam Bonjol Padang, Selasa (23/6). Pemeriksaan menu buka puasa yang dilaksanakan kali pertama itu akan dilaksanakan pada 15 lokasi selama Ramadhan. Pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk pengawasan untuk memastikan tidak ada zat berbahaya yaitu boraks, formalin, rodamin dan methanil yellow. BPOM razia3 Sejumlah zat berbahaya yang sering ditemukan pada makanan lebih banyak ditemukan pada gorengan, baksi dann kerupuk yang dicampur boraks. Campuran itu dimaksudkan agar makanan gorengan renyah dimakan dan lebih tahan lama. Ia meminta kepada penjual makanan supaya meyediakan makanan yang sehat dan bersih sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat. Kepada pembeli ia, mengingatkan supaya lebih cerdas memilih makanan yang akan dikonsumsi dan tidak mudah terpengaruh dengan sajian makanan yang dijual dengan warna-warni, karena belum tentu bebas dari kandungan zat berbahaya. (Musthafa Ritonga)