Jokowi: Banyak Timah Ilegal, Harga Jadi Turun

Pangkal Pinang, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah Menteri Kabinet Kerja menyempatkan diri mengunjungi PT Tinindo Inter Nusa dihari terakhir kunjungan kerjanya di Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tiba di lokasi pukul 10.00 WIB presiden meninjau produksi timah dipandu Plane Manager PT Tinindo Inter Nusa Vovo Firnandi. Presiden yang mengenakan kemeja putih dan helm keselamatan kerja itu diajak keliling lokasi produksi sambil berjalan kaki. "Yang paling penting saya tahu, dunia pertimahan ini seperti apa. Kondisinya memang semua komoditas semua turun, tidak hanya timah, semuanya. Sawit juga turun," ujar Presiden ketika di tanya wartawan di lokasi, Minggu (21/6/2015). Jokowi mengatakan salah satu penyebab harga timah anjlok karena semua perdagangan komoditas di dunia sedang menurun. Namun saat ini pemerintah sedang menyiapkan strategi agar timah menjadi komoditas yang mampu mengendalikan pasar global. "Ini banyak sekali regulasi yang harus diperbaiki, tetapi juga harus ada lapangan, problem lapangan yang diselesaikan. Saya sudah sampaikan pak Menko, Gubernur dan swasta, BUMN, kita segera rumuskan," ungkap presiden. Menurut presiden menurunnya perdagangan timah disebabkan terlalu banyak timah ilegal. Maka cara mengendalikannya kata presiden tambang rakyat harus dikelola oleh perusahaan BUMN maupun swasta yang sudah memiliki badan hukum. "Tetapi, kalau yang ilegal itu yang gede gede harus dipotong," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu. (Has)





























