DPD: Jangan Sampai Pilkada Ditunda

DPD: Jangan Sampai Pilkada Ditunda
‎Jakarta, Obsessionnews - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman, meminta kepada semua pihak untuk tidak menghambat Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sebab, tidak mungkin Pilkada akan ditunda. ‎"Tidak boleh siapapun dia, lembaga apapun dia yang ingin mencederai Pilkada sebagai agenda nasional. Jadi harus tetap dilaksanakan," ujar Irman, di Jakarta, Minggu (21/6/2015). ‎Menurut Irman, Pilkada adalah agenda nasional yang harus tetap dijalankan pada Desember 2015 sesuai dengan jadwal. Untuk itu kata dia, tidak boleh mengolok-mengolok keburukan KPU hanya demi kepentingan sglintir orang. Irman menyadari, sejauh ini masyarakat memang kerap dipertontonkan dengan adanya konflik dualisme partai politik, yakni Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun, Irman tetap meminta konflik partai tersebut tidak dijadikan tameng untuk menghambat KPU. "Kalaupun ada problem internal, kita selesaikan, apalagi dua parpol tersebut telah berpengalaman dan parpol tua di Indonesia," terangnya. Meskipun lanjut Irman, saat ini ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut ada dugaan penyalahgunaan anggaran KPU. Menurut Irman, hal itu merupakan sesuatu yang perlu dikembangkan kebenarannya. Namun, jika itu juga itu dikaitkan dengan alasan untuk menunda Pilkada. Kata Irman, tidak relevan. KPU diminta tetap fokus mempersiapkan Pilkada serentak. Karena, persoalan audit BPK ada pihak yang sudah ditugaskan sendiri untuk diselidiki. "Temuan itu harus kita proses. Tapi agenda jangan sampai terganggu," jelasnya. Sebelumnya, DPR melalui‎ Komisi II meminta agar Pilkada serentak ditunda. Ini menyusul adanya indikasi kerugian negara sebesar Rp 334 miliar. Untuk itu sebagai opsinya, ada dua Komisioner KPU diganti atau Pilkada ditunda. (Albar)