Satpol PP Akan Awasi Pedagang di Sekitar Mesjid

Satpol PP Akan Awasi Pedagang di Sekitar Mesjid
Padang, Obsessionnews - Mesjid Raya Sumatera Barat yang dibangun megah dan indah di Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang, Sumatera barat (Sumbar), bisa saja nilai keindahannya tidak terjaga dengan baik, akibat dimanfaatkan pedagang berjualan di areal sekitar pagar mesjid. Agar keindahan Mesjid yang dibangun dengan biaya sebesar Rp191 miliar itu tetap terawat dan terjaga dengan baik, Satuan Polisi Pamong Praja akan ditempatkan di lokasi untuk mengawasinya. "Kita akan tempatkan personil Sat PP untuk mengawasinya selama 2 kali 24 jam," ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno kepada wartawan usai peresmian pemakaiannya untuk Ramadhan 1436 H, Selasa (16/6). Pembangunan Mesjid Raya Sumatera Barat masih tetap berjalan. Setelah mesjid resmi beroperasi tahun 2012, pembangunan pagar dilakukan secara bertahap dan Selasa (16/6) baru diresmikan. Masjid Raya Sumatera Barat yang telah dipercantik dengan pagar dan papan nama, diresmikan pemakaiannya oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk kebutuhan menjalankan ibadah selama Ramadhan 1436 Hijriah. “Pembangunan masjid ini sudah menelan biaya Rp 191 M, yang dianggarkan secara bertahap melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Kalau untuk pagar dan papan nama ini, sumber dananya dari sumbangan masyarakat yang telah terkumpul melalui panitia pembangunan, lebih kurang Rp 1 M. Itupun masih bersisa,” kata Irwan. Peresmian pagar sekaligus pemanfaatan untuk sholat selama Ramadhan ditandai dengan pembukaan selubung nama Masjid Raya Sumbar. , Selasa (16/06/2015). Gubernur Irwan Prayitno menjelaskan, sebenarnya Masjid kebanggaan Rang Minang itu telah mulai dipergunakan untuk kegiatan ibadah rutin dan keagamaan sejak tahun 2012 lalu. Meskioun sudah dimanfaatkan pemakaiannya sejak tahun 2012, agar pemanfaatan Masjid yang dibangun sejak tahun 2007 itu lebih optimal, maka digelar peresmian pemakaian kembali agar masyarakat tidak ragu-ragu lagi menginjakkan kaki di Masjid Raya. “Meski tidak memiliki kubah, masjid ini sudah berfungsi 100 persen, walaupun masih ada juga yang belum selesai, seperti pembangunan Islamic Center dan menara yang akan mempertegas bahwa bangunan ini adalah Masjid. Kami harap pada Ramadhan ini masyarakat dapat menggunakan Masjid Raya untuk menjalankan ibadah ataupun kegiatan majelis taklim,” sebut Irwan. masjid indah1 Irwan menjelaskan pembangunan mesjid itu tidak ditentukan target kapan selesai dikerjakan. Pembangunan mesjid secara terus menerus berjalan secara berangsur-angsur. Pembangunannya bisa saja melalui dana APBD maupun dana dari sumbangan pihak ketiga. “Membangun Masjid itu tidak pernah selesai. Meskipun sudah lengkap, pasti ada perawatan untuk tetap membuat masjid dalam keadaan indah. Selain dari APBD, pembangunan masjid ini juga berasal dari sumbangan, seperti karpet di lantai 2 yang merupakan hibah dari Tukri. Kalau perlu nanti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kita minta badoncek menyumbang,” katanya. Dalam kesempatan Kepala Biro Bina Sosial Sekretariat Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Syahril mengatakan, mesjid berasitektur timur tengah itu mampu menampung 5000 jemaah untuk shalat tarawih. “Sebenarnya Masjid dua lantai ini bisa mempunyai daya tampung hampir 20 ribu jamaah. Akan tetapi karena masih ada pengerjaan di lantai 2, maka yang dipakai hanya lantai 1 dengan jumlah jamaah 5000 an,” kata Syahril. Selama Ramadhan, selain difungsikan untuk kegiatan tarawih, panitia Masjid juga akan menyediakan takjil untuk berbuka bersama. (Musthafa Ritonga)