Sidang Isbat: Awal Puasa 18 Juni 2015

Jakarta, Obsessionnews - Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin lewat sidang isbat, menetapkan 1 Ramadhan 1436 H jatuh pada Kamis, 18 Juni 2015. Sidang tertutup itu dihadiri oleh sejumlah ormas Islam di Kementerian Agama, RI. Artinya, tidak ada perbedaan antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam penetuan 1 Ramadhan tahun ini. Pengurus Pusat Muhammadiyah sendiri telah mengumumkan awal bulan puasa Ramadan 2015 (1 Ramadan 1436 Hijriyah) jatuh pada Kamis 18 Juni 2015. Sedangkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H jatuh pada hari Jumat 17 Juli 2015. “Komisi VIII DPR meminta sidang digelar tertutup. Tanpa mereka minta, Kemenag memang memutuskan bahwa sidang isbat digelar tertutup,” ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Machasin. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas DJamalludin, mengatakan, awal puasa Ramadhan dan Idul Fitri untuk tahun 2015 hingga tahun 2022 di Indonesia kemungkinan akan sama dan seragam. Sedangkan untuk Idul Adha, keseragaman akan terjadi mulai tahun 2016 hingga tahun 2022. Ada dua metode yang sering digunakan untuk menentukan datangnya bulan Ramadhan, yaitu metode Hisab dan Rukyat. Metodologi penentuan awal bulan Qamariah, baik untuk menandai permulaan Ramadhan, Syawal dan bulan lainnya harus didasarkan pada penglihatan bulan secara fisik (rukyatul hilal bil fi’ly). Sedangkan metode perhintungan astronomi (hisab) dipakai untuk membantu prosesi rukyat. Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Sedangkan Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam.





























