Hilal Tak Terlihat di Padang, Puasa Dimulai Kamis

Hilal Tak Terlihat di Padang, Puasa Dimulai Kamis
Padang, Obsessionnews - Meskipun hilal di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) tidak kelihatan, awal Ramadhan 1436 H jatuh pada hari Kamis (18/6). Hilal di Kota Padang, Sumbar tidak dapat dilihat, meskipun dengan menggunakan teleskop, karena bulan terlebih dahulu terbenam daripada matahari terbenam. hilal1 Bertempat di Bukit Lampu, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Badan Rukyatul Hisab, Sumbar Selasa (16/6), melihat hilal dengan menggunakan teleskop. Badan Rukyatul Hisab yang berupaya melihat hilal antara lain Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumbar, Salman K Memed, Kepala Kantor (Kakan) Kemenag Kota Padang, Japeri, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Sumbar dan sejumlah ormas keagamaan. Pemantauan hilal disaksikan dua orang dari Kemenag Republik Indonesia (RI). hilal2 Berdasarkan pantauan tim rukyatul hilal, hilal jatuh sekitar pukul 18:21 WIB bersamaan dengan matahari terbenam matahari, sementara bulan di Kota Padang terbenam sekitar pukul 18:12 WIB, sehingga posisinya terjadi minus. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumbar Rahmat Triyono mengatakan, ketinggian hilal di Indonesia Selasa (16/6) matahari terbenam minus 4,33 derajat sampai minus 2,23 derajat. hilal3 Khusus wilayah Padang matahari terbenam sekitar pukul 18:21 WIB dan bulan terbenam bulan sekitar pukul 18:12 WIB, sehingga hilal tidak kelihatan karena posisinya minus. "Jadi kemungkinan besar, karena posisinya minum hari ini, hampir dipastikan hilal tidak terlihat," kata Rahmat Triyono Selasa (16/6). Hal yang sama diungkapkan Hakim Isbat Pengadilan Tinggi Padang Damsi. Berdasarkan penglihatan melalui teleskop tersebut, sekalipun hilal tidak kelihatan maka awal puasa tetap pada hari Kamis (18/6). "Sekalipun hilal sama sekali tidak kelihatan, melaksanakan rukyat itu sendiri sudah berpahala," kata Damsi. hilal4 Dalam kesempatan yang sama Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Salman K Memed mengatakan, penentuan awal Ramadhan bukan terletak pada persoalan hilal terlihat atau tidak terlihat. "Persoalannya bukan karena terlihat atau tidak. Kadang-kadang hilal itu tidak terlihat karena ada penghalang seperti kondisi cuaca," ujar Salman K Memet. (Musthafa Ritonga)