Dianggap Tidak Layak Bangun PLTN, Ini Tanggapan BATAN

Jakarta, Obsessionnews - Rencana pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) terus mendapat tentangan baik dari individu maupun kelompok masyarakat. Beberapa diskusi yang digelar guna membahasnya, memberi penilaian kalau Indonesia belum layak memanfaatkan nuklir sebagai pembangkit setrum. Beberapa hal yang dipersoalkan kelompok penentang, antara lain karena dianggap mahal, serta resiko tinggi karena Indonesia berada di daerah ring of fire. Selain itu, limbah radioaktif berumur panjang dan potensi radiasi tinggi. Ada juga keraguan yang menyebut sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih diragukan baik dari aspek penguasaan teknologi, kedisiplinan dan kemampuan penanganan bencana. Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, untuk mengukur layak atau tidaknya Indonesia mendirikan PLTN sangat sulit. Dia bilang, dari hasil riset yang sudah dilakukan, negeri ini sudah siap lebih dari 30 tahun lalu. "Sumber daya manusia dan sumber daya alam (SDA) kita cukup. Makanya kita anggap layak," kata Djarot kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/5). Dari segi SDA, Djarot memperkirakan 70 ribu ton uranium dikandung alam Indonesia. Jika Undang-Undang sudah membolehkan untuk dilakukan eksplorasi, maka bisa dipastikan berapa besar potensi yang dimiliki. "Kita bisa beli dari luar dan harganya murah. Makanya harus ada kerjasama dengan negara lain," kata Djarot. Lebih lanjut Djarot mencontohkan, Uni Emirat Arab yang kaya minyak menginginkan PLTN. Sementara kemampuan SDM masih minim. Bangladesh yang tidak punya SDA sama sekali juga kepingin memanfaatkan energi nuklir demi menghasilkan setrum. (Mahbub Junaidi)





























