Mau Inflasi Pangan Terkendali? Tiru Negara Ini

Mau Inflasi Pangan Terkendali? Tiru Negara Ini
Jakarta, Obsessionnews - Melonjaknya harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan 2015 sudah melebihi kenaikan di tahun-tahun sebelumnya. Jika pemerintah tak melakukan upaya maksimal apalagi diam saja, bukan tak mungkin bandrol terus meroket hingga memicu inflasi lebih tinggi lagi. Di beberapa pasar, harga pangan seperti cabai keriting sudah meningkat 20%, bawang merah 16%, ayam ras 8,2%, telur ayam ras 8,7% dan gula pasir 5,3%. Melihat kondisi tersebut, Core Indonesia menilai perlu dilakukan upaya agar inflasi pangan jinak saat Ramadhan. Direktur Penelitian Core Indonesia Mohammad Faisal, seperti keterangan tertulis yang diterima obsessionnews.com mengatakan, selain aksi peningkatan pasokan, pengawasan distribusi pangan, peran Badan Urusan Logistik (Bulog) juga perlu dioptimalkan. Pemerintah, juga kudu menyiapkan aturan terkait penyimpanan pangan yang dimiliki swasta. "Harus membuat regulasi yang mengatur penyimpanan atau pergudangan bahan pangan yang dilakukan oleh swasta, termasuk mengatur kewajiban untuk registrasi, pemberian informasi mengenai kuantitas stok, serta kewenangan pemerintah untuk membeli stok tersebut jika diperlukan untuk mengendalikan harga," kata Faisal di Jakarta, Senin (15/6). Faisal bilang, ini sudah dipraktekkan negara tetangga seperti Singapura. Di negeri singa tersebut, untuk mengontrol harga beras diterapkan rice stockpile scheme (RSS) yang mewajibkan pemasok memiliki lisensi pengadaan beras serta pengawasan cadangan di gudang secara berkala. Pemerintah, juga bisa melakukan pengawasan dengan membentuk institusi yang bertugas melakukan pencegahan penimbunan komoditas strategis. "Di Filipina, tugas ini dilakukan oleh Anti-Rice-Hoarding Task Force (ARTF) yang mampu melakukan penindakan terhadap praktik-praktik penimbunan yang berpotensi mendistorsi harga beras," kata Faisal. Pengendalian harga di Malaysia, menggunakan price control and anti profiteering act 2011 yang mengatur mekanisme pengendalian harga serta larangan pengambilan keuntungan berlebih. Termasuk, praktek spekulasi yang biasa dilakukan pedagang. Melalui Majelis Harga Negara, Pemerintah Malaysia seperti diuraikan Faisal, mampu memonitoring harga barang serta menghitung jumlah cadangan pangan. Inilah yang membuat inflasi di negeri tersebut lebih terkendali ketimbang Indonesia. Pada periode 2012 hingga 2014, rata-rata inflasi pangan di Malaysia hanya 3,2%. Jauh lebih kecil ketimbang Indonesia yang mencapai 8,2% di periode sama. (Mahbub Junaidi)