Ijazah Palsu Bisa Dicek di PDPT

Semarang, Obsessionnews - Fenomena ijazah palsu bagai bandul pancing yang mengambang di atas air. Kadang dia timbul, kadang ia tenggelam. Dari tahun ke tahun kemunculan ijazah palsu seolah menjadi persoalan abadi bagi Kementerian Pendidikan. Menurut pengamat pendidikan, Ngasbun Edgar, setidaknya ada dua jenis ijazah palsu yang beredar di masyarakat. Pertama, ijazah yang benar-benar palsu alias tidak berasal dari dalam universitas. Biasanya pelaku mencatut nama kampus secara acak tanpa melibatkan orang dalam. "Jadi, semuanya palsu. Baik dari tanda tangan, lembar ijazahnya, sampai cap universitas dipalsukan. Ini motif pertama yang saya amati," terangnya kepada obsessionnews.com, Senin, (15/6/2015). Sementara itu, modus kedua adalah ditengarai oleh oknum pegawai perguruan tinggi. Perbedaan mendasarnya, lembar ijazah dan tanda tangan yang tertera secara keseluruhan asli. Ia menyebut ijazah palsu ini sebagai ijazah aspal (asli tapi palsu). Ijazah aspal ini dilakukan oknum dalam dengan menyelipkan salah satu lembar ijazah untuk ditandatangani pihak berwenang. "Jadi oknumnya mendaftarkan pihak yang ingin dibuatkan ijazah, kemudian tanpa melalui proses akademisi, dan secara diam-diam langsung membuat ijazah yang kemudian diselipkan saat penandatanganan oleh pimpinan kampus," ujar Edgar yang juga dosen aktif ini. Sehingga kemungkinan besar para petugas administrasi bermain dalam perputaran ijazah palsu. Terkait tindak lanjut, sejatinya pihak penerima kerja ataupun instansi lain yang ingin menerima seseorang, dapat mengecek kebenaran suatu ijazah dengan mencari tahu kepada kampus yang tertera. Cara lain yang juga efektif adalah melakukan pengecekan ke Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT). Saat ini, semua data mahasiswa di seluruh Indonesia masuk kedalam PDPT. Sehingga apabila masyarakat merasa ada indikasi ijazah palsu yang beredar dapat mencari info terkait ijazah tersebut di laman forlap.dikti.go.id. Maraknya ijazah palsu mungkin bagi sebagian orang dianggap sepele. Meski begitu, beredarnya ijazah palsu menjadi bukti bahwa nilai luhur pendidikan telah luntur ketika berhadapan dengan uang. (Yusuf IH)





























