Ibu Angkat Angeline Idap Gangguan Jiwa

Denpasar, Obsessionnews - Margareith C Megawe, ibu angkat Angeline, terindikasi psikopat. Demikian hasil tes psikologi yang dilakukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPA). (Baca: Angeline: Mengapa Aku Harus Dilahirkan? (Sebuah Dramatisasi) 1) Tes psikologi dilakukan dr. Lely Setywati. Kesimpulan sementara Margareith mengidap beberapa kelainan psikologi. Hasil tes psikologi tersebut menunjukkan jika Margareth sering marah-marah, keras, kasar, bahkan sering mengusir orang-orang yang datang ke rumahnya. (Baca: Angeline: Mengapa Aku Harus Dilahirkan? (Sebuah Dramatisasi) 2) "Dia sangat tertutup, penuh curiga secara berlebihan, dan sangat ketakutan. Itu salah satu ciri psikopat," jelasnya, di Denpasar, Bali, Kamis (11/6/2015). Dia tidak mau menyebutkan secara gamblang kalau Margareith mengalami ganguan jiwa. Pasalnya, keterangannya berbeda-beda dan baru satu kali dites kejiwaannya. "Maka dari itu perlu dievaluasi dan ada tes psikologi lagi. Baru kita bisa menetapkan apakah dia sakit atau bagaimana," katanya. Dari hasil tes psilokogi, Lely juga menyimpulkan Margareith sosok wanita maskulin yang dominan. "Dia selalu dipenuhi kemarahan, agresif, dominan, sadisme, pemarah, paranoid, dan agresivitas berlebihan. Ini sangat cocok dengan profil psikopat," ujarnya. (Baca: Angeline: Mengapa Aku Harus Dilahirkan? (Sebuah Dramatisasi) 3) Lely menambahkan berkas-berkas laporannya sudah diserahkan ke Polresta Denpasar melalui Kapolresta Denpasar A.A. Made Sudana. Kasus Angeline, murid SD Negeri Sanur, mulai mengusik perhatian publik ketika dilaporkan hilang oleh Margareith, pada 16 Mei 2015. Margaret menyebut bocah itu tiba-tiba raib ketika sedang main di depan rumah. (Baca: Bajingan Kamu Margaret…. Kenapa Bunuh Anakku?) Karena sudah menjadi isu nasional aparat Kepolisian Daerah (Polda) Bali bekerja ekstra keras dan akhirnya menemukan Angeline telah tak bernyawa. Tubuh bocah 8 tahun itu terkubur di bawah kandang ayam di halaman belakang rumahnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Rabu (10/6). Jasadnya ditemukan dalam keadaan utuh dalam posisi tertekuk. Jasadnya berbalut pakaian warna abu-abu dan ditemani boneka berbentuk perempuan Korea. (Foto: FOTO 1000 Lilin Mengenang Angeline) Selanjutnya polisi membawa Margareith ke Markas Kepolisian Resor Kota Denpasar untuk diperiksa lebih lanjut terkait penemuan kuburan Angeline. Juga polisi memeriksa dua kakak Angeline, yakni Christina dan Ivon, serta mantan pembantu rumah tangga, Agus. (MI)





























