PAN Sumbar Belum Tentukan Kandidat Cagub

Padang, Obsessionnews - Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat (Sumbar) belum menetapkan kandidat calon gubernur yang akan diusung pada pemilihan serentak yang digelar 9 Desember 2015. Proses penetapan calon dilakukan setelah masing-masing calon gubernur yang mendaftar ke partai itu menyampaikan visi dan misi yang dilaksanakan dalam waktu dekat. Ketua Tim Pilkada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sumbar, Ki Jal Atri Tanjung mengatakan, penentuan kandidat yang akan diusung setelah melalui proses rapat tim pilkada di DPP PAN. Prosesnya dilakukan setelah calon gubernur menyampaikan visi dan misi yang dilaksanakan dalam bulan ini. Pengurus DPW PAN Sumbar secepatnya akan membicarakan hal ini dengan tim pilkada DPP PAN untuk menggelar rapat segera dan menjadwalkan penyampaian visi dan misi calon gubernur dan calon wakil gubernur. Penyampaian visi dan misi sebagai salah syarat dalam menentukan bagaimana komitmen calaon terhadap partai dan pembangunan Sumbar ke depan. Berdasarkan proses tahapan yang telah dilakukan, PAN belum mengetahui siapa yang paling berpeluang, sebab penentuan itu juga berdasarkan hasil survei terhadap elektabilitas calon. "Kalau sekarang belum bisa kita mengetahui elektabilitas tingkat leterpilihannya, komitmen dia terhadap partai dan Sumbar sendiri," kata Ki Jal Atri Tanjung saat ditemui obsessionnews.com, Kamis (11/6). Ki Jal Atri Tanjung mengatakan, setelah penyampaian vivi dan misi baru diadakan rapat guna mengajukan calon bersangkutan ke DPP PAN. DPP PAN kemudian menentukan siapa yang akan diusung pada pemilihan gubernur yang berlangsung 9 Desember 2015.
Terkait koalisi dengan partai politik, PAN belum menentukan berkoalisi. Selain belum ada pembicaraan secara kelembagaan, juga calon sangat berperan dalam menentukan dalam berkoalisi, karena PAN tidak menghendaki adanya kawin paksa. "Secara perorangan dengan partai lain mungkin sudah dilakukan secara intens, tapi PAN secara lembaga belum ada komunikasi secara intens dengan partai lain untuk berkoalisi. Kandidat calon sangat menentukan koalisi untuk menghindari adanya kawin paksa," ujar Ki Jal. Sementara itu calon gubernur Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, calon wakil gubernur yang akan mendampinginya pada pemilihan gubernur yang digelar 9 Desember 2015 sedang digodok. Namun, ia enggan berterus terang siapa pasangannya. Ia berjanji akan mengumumkan dan mendeklarasikan sendiri, apabila sudah dapat pasangan yang tepat dalam waktu dekat. Berdasarkan kriteria yang diungkapkannya, calon wakil gubernur yang akan mendampinginya, usaianya tidak jauh beda dengan dirinya. Selisih usianya beda-beda tipis dan bisa lebih muda atau lebih tua dari dirinya. "Usia saya dengan dia beda-beda tipis, bisa lebih muda atau lebih tua dari saya," kata Fauzi Bahar dalam suatu kesempatan Sabtu (6/6). [caption id="attachment_44465" align="alignnone" width="640"]
Calon gubernur Sumbar Fauzi Bahar[/caption] Fauzi Bahar lahir di Padang pada 16 Juli 1962. Sementara diketahui dua calon Shadiq Pasadigoe dan Epiyardi Asda masing-masing kelahiran 8 Januari 1960 dan 11 Maret 1962. Namun, Shadiq Pasadigoe putra kelahiran Batusangkar, Kabuoaten Tanah Datar itu mendaftar sebagai calon Gubernur Sumbar. Demikian juga Epiyardi Asda yang putra kelahiran Singkarak, Kabupaten Solok itu pun mendaftar sebagai calon Gubernur Sumbar. Fauzi Bahar meyakini PAN dengan Partai Nasdem akan berkoalisi untuk mengusung dirinya sebagai calon Gubernur Sumbar. Pembicaraan pengurus kedua partai tengah dilakukan secara intensif. Sejumlah calon gubernur yang mendaftar ke DPW PAN, selain Fauzi Bahar, juga mendaftar Epiyardi Asda, Muslim Kasim dan Shadiq Pasadigoe. Sedangkan calon wakil gubernur Sumbar yang mendaftar ke DPW PAN Sumbar, antara lain, Erman Mawardi, Syamsu Rahim dan Hendra Septa. (Musthafa Ritonga)
Terkait koalisi dengan partai politik, PAN belum menentukan berkoalisi. Selain belum ada pembicaraan secara kelembagaan, juga calon sangat berperan dalam menentukan dalam berkoalisi, karena PAN tidak menghendaki adanya kawin paksa. "Secara perorangan dengan partai lain mungkin sudah dilakukan secara intens, tapi PAN secara lembaga belum ada komunikasi secara intens dengan partai lain untuk berkoalisi. Kandidat calon sangat menentukan koalisi untuk menghindari adanya kawin paksa," ujar Ki Jal. Sementara itu calon gubernur Sumbar Fauzi Bahar mengatakan, calon wakil gubernur yang akan mendampinginya pada pemilihan gubernur yang digelar 9 Desember 2015 sedang digodok. Namun, ia enggan berterus terang siapa pasangannya. Ia berjanji akan mengumumkan dan mendeklarasikan sendiri, apabila sudah dapat pasangan yang tepat dalam waktu dekat. Berdasarkan kriteria yang diungkapkannya, calon wakil gubernur yang akan mendampinginya, usaianya tidak jauh beda dengan dirinya. Selisih usianya beda-beda tipis dan bisa lebih muda atau lebih tua dari dirinya. "Usia saya dengan dia beda-beda tipis, bisa lebih muda atau lebih tua dari saya," kata Fauzi Bahar dalam suatu kesempatan Sabtu (6/6). [caption id="attachment_44465" align="alignnone" width="640"]
Calon gubernur Sumbar Fauzi Bahar[/caption] Fauzi Bahar lahir di Padang pada 16 Juli 1962. Sementara diketahui dua calon Shadiq Pasadigoe dan Epiyardi Asda masing-masing kelahiran 8 Januari 1960 dan 11 Maret 1962. Namun, Shadiq Pasadigoe putra kelahiran Batusangkar, Kabuoaten Tanah Datar itu mendaftar sebagai calon Gubernur Sumbar. Demikian juga Epiyardi Asda yang putra kelahiran Singkarak, Kabupaten Solok itu pun mendaftar sebagai calon Gubernur Sumbar. Fauzi Bahar meyakini PAN dengan Partai Nasdem akan berkoalisi untuk mengusung dirinya sebagai calon Gubernur Sumbar. Pembicaraan pengurus kedua partai tengah dilakukan secara intensif. Sejumlah calon gubernur yang mendaftar ke DPW PAN, selain Fauzi Bahar, juga mendaftar Epiyardi Asda, Muslim Kasim dan Shadiq Pasadigoe. Sedangkan calon wakil gubernur Sumbar yang mendaftar ke DPW PAN Sumbar, antara lain, Erman Mawardi, Syamsu Rahim dan Hendra Septa. (Musthafa Ritonga) 




























