Dugderan Semarang 2015 Bakal Sederhana

Dugderan Semarang 2015 Bakal Sederhana
Semarang, Obsessionnews - Musibah kebakaran pasar Johar ternyata tidak saja berdampak kepada para pedagang, namun juga terhadap salah satu tradisi tua di kota Semarang. Dugderan, rangkaian festival khas untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan akan dibuat sesederhana mungkin dengan menghilangkan Panggung Rakyat dan Pasar Dugderan. "Rangkaian tetap kita adakan namun nanti pasarnya kita atur supaya kita memiliki rasa empati kepada para pedagang Johar," terang Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat dihubungi obsessionnews.com di Balai Kota, Selasa (9/6/2015). Menurutnya, kondisi lokasi Panggung Rakyat dan Pasar Dugderan yang biasa digelar memanjang ke Jalan Agus Salim saat ini tidak memungkinkan untuk ditempati. Hal ini disebabkan daerah tersebut digunakan sebagai lapak sementara para pedagang Pasar Johar dan Yaik Permai yang kiosnya ludes terbakar. Penyederhanaan festival, lanjut Hendi, sapaan akrab Walikota, tak berhenti disitu saja. Penggantian grup marching band dengan kelompok rebana akan dilakukan sebagai bentuk empati terhadap musibah yang dialami pedagang Pasar Johar. Meski begitu ia berharap dengan penggantian itu tetap bisa mengusung nilai-nilai dari acara Dugderan. "Semoga saja tetap bisa mengusung tradisi tanpa mengesampingkan musibah yang baru kita alami," tandasnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, karnaval dugderan akan tetap dilaksanakan pada tanggal 15-16 Juni nanti. Penabuhan bedug rencananya dilakukan tanggal 16 Juni di Masjid Kauman, dekat pasar Johar. Di hari sebelumnya, karnaval mobil hias dan hasil-hasil pertanian akan bergulir dengan rute mulai kawasan Simpang Lima, menuju Jalan Pandanaran, kemudian kawasan Tugu Muda dan berakhir di Kantor Balai Kota Semarang. Sedangkan di hari kedua yakni tanggal 16 Juni kegiatan karnaval berupa pengumuman dan penetapan awal Ramadhan 1436 H. Prosesi ini ditandai dengan pembacaan shuhuf halaqah, hataman Alquran, dan pembagian kue ganjel rel. Karnaval inti tersebut mengambil rute dari Balaikota Semarang menuju Masjid Agung Kauman Semarang, untuk selanjutnya melakukan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. (Yusuf IH)