Tikala, Rumah Kopi Tertua di Manado

Tikala, Rumah Kopi Tertua di Manado
Manado, Obsessionnews – Di Kota Manado, Sulawesi Utara, bertebaran rumah kopi yang terletak di tempat strategis. Rumah kopi dijadikan tempat kongkow politisi, mahasiswa, birokrat, pengusaha, wartawan, dan lain sebagainya. Selain tempat bercengkrama untuk menjalin keakraban, rumah kopi pun berfungsi sebagai tempat rapat, diskusi maupun negosiasi bisnis.Rumah kopi tak pernah sepi pengunjung dari pagi hingga malam hari. [caption id="attachment_43206" align="alignright" width="377"]Di rumah kopi Tikala pengunjung dapat membicarakan banyak hal. Di rumah kopi Tikala pengunjung dapat membicarakan banyak hal.[/caption] Beberapa rumah kopi menyediakan papan catur. Bagi yang hobi bermain catur dapat betah berjam-jam nongkrong di rumah kopi. Rumah kopi menyajikan cita rasa kopi yang berbeda dibandingkan kopi di kafe atau buatan sendiri di rumah. Berkat cita rasa yang khas itulah, tidak mengherankan banyak pengunjung rumah kopi jadi ketagihan. Mereka sakit kepala jika sehari saja tidak mengunjungi rumah kopi yang tersebar di Manado seperti di Jalan Sudirman, Jalan Sam Ratulangi, Piere Tendean Boulevard, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Roda. Salah satu rumah kopi yang terkenal di Manado adalah Tikala yang terletak di Jl. Sudirman, Kelurahan Kumarata, Kecamatan Wenang. Tikala merupakan rumah kopi tertua di Manado. Rumah kopi ini didirikan tahun '30-an, dan bentuk bangunannya masih seperti dulu. Bahkan ada sebuah kursi yang telah berusia 62 tahun yang masih disimpan. Konsep bangunan tua yang dipertahankan menjadi ciri khas dan daya tarik rumah kopi ini. Tikala buka dari pukul 5 pagi hingga 6 sore. Banyak orang kerap datang berdiskusi, atau bersosialisasi, dan membicarakan banyak hal di rumah kopi ini. [caption id="attachment_43208" align="alignleft" width="285"]Sebuah kursi yang telah berusia 62 tahun yang masih disimpan di rumah kopi Tikala. Sebuah kursi yang telah berusia 62 tahun yang masih disimpan di rumah kopi Tikala.[/caption] Sehari rata-rata rumah kopi Tikala dikunjungi 100-150 orang. Para pengunjung selain warga Manado juga dari daerah-daerah lain. Bahkan tak sedikit wisatawan asing yang mengunjungi rumah kopi ini. Menu yang disajikan pun relatif sama sejak dulu, yaitu kopi racikan khas Tikala, selain kopi susu dan teh. Selain itu, tersedia roti bakar dan aneka jenis kue tradisional, seperti lalampa dan panada. Proses memasak secara khusus membuat cita rasa kopi di rumah kopi Tikala tidak sama dengan kopi racikan di kafe. Di Tikala Kopi dimasak menggunakan arang kelapa. Penggunaan arang kelapa membuat aroma kopi lokal semakin kuat dan menebarkan rasa yang khas. Cara memasaknya adalah memasukkan satu ons kopi ke dalam teko kemudian dimasak menggunakan arang kelapa sampai mendidih. Kopi panas dituangkan ke dalam gelas atau cangkir baru ditambahkan gula atau susu sesuai selera pembeli. Anda penggemar kopi? Jika kebetulan berada di Manado, silakan mampir ke rumah kopi Tikala. (ARH)