Afsel Sembunyikan Dana US$10 Juta Untuk FIFA

Afsel Sembunyikan Dana US$10 Juta Untuk FIFA
Afsel - Satu surat yang ditulis ketua asosiasi sepak bola Afrika Selatan (Afsel) sepertinya makin menguatkan dugaan bahwa negara tersebut berupaya menyembunyikan pembayaran dana US$10 juta atau sekitar Rp132,7 miliar kepada FIFA. Para pejabat Afrika Selatan membantah bahwa dana tersebut adalah uang suap agar Afrika Selatan bisa menggelar Piala Dunia 2010. Namun surat yang dialamatkan kepada sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke tersebut memperlihatkan bahwa ketua asosiasi sepak bola Afrika Selatan, Danny Jordaan, menyarankan -setelah berdiskusi dengan menteri luar negeri Afrika Selatan- agar dana ini ditransfer malalui saluran-saluran tidak langsung. Aparat penegak hukum di Amerika Serikat mengatakan uang tersebut adalah suap kepada para pejabat FIFA untuk memastikan negara tersebut ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia. Mereka mengatakan pengiriman dana US$10 juta ini menjadi satu satu penyelidikan utama dari serangkaian kasus korupsi yang diduga dilakukan pejabat-pejabat FIFA. Dalam kasus-kasus tersebut, tujuh pejabat senior FIFA, termasuk dua wakil presiden, ditahan di Swiss ketika akan menghadiri kongres organisasi sepak bola dunia tersebut. Amerika mengeluarkan 14 dakwaan yang menduga mereka menerima suap lebih dari US$150 juta dalam kurun 24 tahun. Salah satu yang didakwa, Chuck Blazer, telah mengaku bersalah menerima suap terkait penetapan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia Sementara itu pemerintah Afrika Selatan mengatakan uang US$10 juta ini adalah dana sah yang diperuntukkan bagi pengembangan sepak bola di kawasan Karibia. [caption id="attachment_43220" align="alignnone" width="640"]Timnas Irlandia tersisih dari kualifikasi Piala Dunia 2010 setelah kalah dari timnas Prancis. (bbc.co.uk) Timnas Irlandia tersisih dari kualifikasi Piala Dunia 2010 setelah kalah dari timnas Prancis. (bbc.co.uk)[/caption] FIFA Bayar Irlandia demi Hentikan Tuntutan Federasi sepak bola dunia (FIFA) membayar asosiasi sepak bola Irlandia (FAI) sebesar lima juta euro atau setara dengan Rp74,5 miliar demi menghentikan tuntutan hukum setelah tim nasional Irlandia kalah dari Prancis dalam laga playoff kualifikasi Piala Dunia pada 2009 lalu. Direktur Eksekutif FAI, John Delaney, menyatakan pihaknya punya alasan kuat untuk menuntut FIFA lantaran timnas Irlandia dirugikan oleh keputusan wasit dan tersingkir dari babak kualifikasi sehingga tidak bisa berlaga dalam putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kala itu, wasit mensahkan gol William Gallas yang membawa Prancis menang dengan skor agregat 2-1 sekaligus membawa tim ‘Ayam Jantan’—julukan untuk timnas Prancis—ke Afsel. Padahal, gol tersebut diciptakan setelah penyerang timnas Prancis, Thierry Henry, sengaja memegang bola. Belakangan, beberapa saat setelah laga berakhir, Henry mengakui kesengajaannya. Akan tetapi, ketika FAI berupaya membawa kasus ini ke ranah hukum, FIFA menghentikannya. Akhirnya, menurut Delaney, FIFA sepakat membayar FAI sebesar lima juta euro setelah Presiden FIFA Sepp Blatter juga menolak memasukkan Irlandia sebagai tim ke-33 dalam ajang di Afsel. “Kami merasa punya kasus hukum yang kuat melawan FIFA terkait dengan bagaimana laga playoff Piala Dunia dan handball Henry merugikan kami. Saya lalu mengatakan kepadanya (Sepp Blatter) apa yang saya pikir tentang dia (Blatter). Kami lalu mencapai kesepakatan. Kesepakatan tersebut amat baik bagi FAI dan sah secara hukum,” kata Delaney kepada stasiun televisi RTE. Delaney menjabat direktur eksekutif FAI sejak 2005. Dengan demikian, dia terlibat dalam kesepakatan dengan FIFA saat keberatan atas hasil pertandingan melawan timnas Prancis diajukan. (bbc.co.uk)