Industri Kecil Menegah Dapat Predikat 'Cabe Rawit'

Jakarta, Obsessionnews - Merujuk pada defisit neraca ekspor-impor non migas pada Januari 2015, telah menurun 40,44% dibanding Januari 2014 yang mencapai USD 1,06 miliar. Sementara tahun ini, angkanya hanya USD 0,63 miliar. Industri kecil menengah sendiri, menurut data yang dirilis Kementerian Perindustrian menyumbang 34,56% terhadap pertumbuhan industri pengolahan non migas sementara serapan tenaga kerja mencapai 10,3 juta orang. Jumlah industri kecil menengah di bidang kerajinan anyaman sendiri, tercatat paling banyak yakni sebanyak 933.389 unit. Sedangkan nilai ekspor kerajinan kayu menjadi paling tinggi dengan catatan senilai USD 120,04 juta. Menteri Perindustrian Saleh Husin, melihat geliat industri kecil menengah tersebut, akhirnya melabeli-nya sebagai 'kecil cabe rawit'. Pasalnya, industri tersebut terbukti telah berkontribusi lumayan besar pada pertumbuhan ekonomi bahkan menciptakan lapangan kerja, serta turut menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia. Kementerian Perindustrian sendiri berupaya memperkecil defisit neraca ekspor-impor. Caranya, dengan mendongkrak industri kecil menengah yang disebut-sebut sebagai bagian penting dalam perkembangan industri nasional. Dalam mencatatkan sumbangan sebesar 34,56% terhadap pertumbuhan industri pengolahan non migas secara keseluruhan, Saleh menyebut ini lantaran dukungan 3,6 juta unit usaha kecil yang merupakan 90% dari total unit usaha industri nasional. Ini Catatan Kinerja IKM Rakyat Berdasar data yang dirilis Kementerian Perindustrian, hingga 2013 industri kecil menengah kerajinan bordir dan sulam telah mencapai 23.194 unit usaha. Sedangkan tenaga kerjanya menyentuh angka 80.380 orang dengan nilai ekspor sebesar USD 13,59 juta. Sementara itu, jumlah industri kecil menengah yang bergerak di bidang kerajinan anyaman mencapai 933.389 unit dengan tenaga kerja sebanyak 1,87 juta orang. Nilai ekspornya pun tidak sedikit yakni USD 59,48 juta. Sedangkan kerajinan kayu, tercatat sebanyak 42.302 orang dengan pekerja mencapai 124.976 orang dan nilai ekspor USD 12,04 juta. Selain itu, ada juga industri kecil menengah gerabah dan keramik hias sebanyak 34.698 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 150.273 orang. Nilai ekspor mencapai USD 38,11 juta. Sedangakan, batu mulia dan perhiasan tercatat 40.774 unit usaha yang menyerap tenaga kerja 114.628 orang dan nilai ekspor mencapai USD 78,93 juta. (MBJ)





























