130 Kasus Kekerasan Anak Terjadi dalam Setahun di Kota Bandung

Bandung, Obsessionnews - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) upayakan penurunan angka kekerasan terhadap anak, menyusul selama 1 tahun terjadi 130 kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Bandung. Hal itu diungkapkan Ketua P2TP2A Kota Bandung Lenny Herlina. Mayoritas dari jumlah kasus tersebut yaitu Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT. Ia menambahkan KDRT yang kerapkali terjadi itu diantaranyaam kekerasan psikis, fisik, kekerasan seksual dan penelantaran keluarga. Menurut Lenny upaya penurunan itu diantaranya dengan cara pembinaan terhadap komisi penghapusan tindak kekerasan di 30 Kecamatan yang ada di Kota Bandung, Kamis (4/6). Selain di tingkat wilayah, di tingkat kota timnya melakukan rapat kordinasi dengan kepolisian dan puskesmas di 30 kecamatan. Hal itu dilakukan untuk menyamakan persepsi gerak langkah dalam upaya pencegahan kekesaran perempuan dan anak. "Kita terus melakukan koordinasi untuk mencegah tindak kekerasan dengan lembaga dan dinas terkait sementara yang lainnya berupa sosialisasi terhadap guru Bimbingan Karier di sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan hal tersebut," ungkapnya. Lenny menjelaskan pihaknya terus menerima penanganan korban, bahkan apabila ditemukan ataupun ada korban, pihaknya mempersilahkan dating setiap Senin-Jumat pukul 10.00-14.00 WIB. “Kita siapkan 12 orang konselor yang mendampingi pelapor untuk memberikan upaya penanganan,” tandas Lenny. P2TP2A juga melakukan kerjasama dengan PKK, Dharma Wanita, Polrestabes Bandung, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Diskominfo kota Bandung. Ia menambahkan kekerasan anak sebelumnya 10-20 kasus, tahun 2014 bertambah menjadi jadi 60 kasus. “Masyarakat kini sadar bahwa tindakan itu melanggar HAM, sehingga tingkat pelaporan dan pengaduan ke P2TP2A juga bertambah baik para orangtua siswa, guru serta masyarakat yang ekonominya lemah,” tandasnya. (Dudy Supriyadi)





























