Pelindo Gagalkan Penyelundupan CPO Ilegal

Pelindo Gagalkan Penyelundupan CPO Ilegal
Surabaya, Obsessionnews - Port Facility Sequrty Officer (PFSO) Tanjung Perak berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 734 jerigen minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) senilai Rp320 juta di dermaga Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Nilam Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (3/6/2015). Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Tanjung Perak, Dhany R. Agustian mengatakan bahwa penangkapan dilakukan pada Selasa (2/6/2015) pukul 10.00 WIB  dan Rabu (3/6/2015) dini hari tadi. Upaya penyelundupan dilakukan oleh 5 orang pelaku dengan cara memindahkan 14 ton CPO dari kapal ke 4 unit truck ke dalam jerigen yang telah disiapkan. “Penangkapan itu dilakukan karena keempat truck itu tidak memiliki izin,” kata Dhany saat ditemui Obsessionnews di kantornya, Rabu (3/6/2015) Adapun kelima pelaku tersebut, yakni Hayek warga Jalan Kalimas Hilir Gang 2 No.24 RT 003/RW003 Keluarahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya dan  Abdur Rohman warga Jalan Benteng No.17 RT 002/RW 001, Kelurahan Ujung, Kecamatan Semampir Surabaya. Serta, Syaifudin warga Jalan Teluk Aru Utara No.65 , Kelurahan Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Dhany menjelaskan, penangkapan tersebut telah lama diendus oleh petugas sequrty Pelabuhan Tanjung Perak. Pada saat penangkapan, salah satu pelaku mencoba melawan petugas dengan mengeluarkan senjata tajam jenis parang. “Pelaku semua sudah diserahkan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk diproses secara hukum,” jelasnya. Muatan CPO pada empat unit truck dengan nomor polisi W 8225 UP, L 8014 NT, L 8093 ST, dan Z 9384 YA itu diketahui akan dibawa ke Jalan Ikan Lele No.45, Surabaya. Namun, Yayuk yang diduga pemilik 14 ton CPO itu saat ini masih berada di Jakarta. Dhany menambahkan, managemen PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak mengapresiasi upaya PFSO Tanjung Perak yang berhasil menggagalkan penyelundupan CPO ilegal ini. “Selain itu, lokasi dermaga KPLP akan dipagari dan hanya orang yang berkepentingan yang bisa akses masuk ke lokasi tersebut,” Untuk diketahui, dermaga Nilam Utara yang berdekatan dengan gedung KPLP yang mangkrak disinyalir kerap sebagai ajang penyelundupan CPO. Hal itu diketahui dengan banyaknya bekas cairan minyak di dermaga. (GA Semeru)