Ketum Parmusi Ajak Romi dan Djan Saling Lepas Ego

Ketum Parmusi Ajak Romi dan Djan Saling Lepas Ego
Jakarta, Obsessionnews - Kisruh dualisme di internal Partai Persatuan Pembangunan tak juga kunjung selesai. Padahal pendaftaran calon kepala daerah akan dilakukan pada 26-28 Juli 2015 mendatang. Hal ini yang dikhawatirkan akan memberi dampak besar bagi keberlangsungan partai berlambang Ka'abah itu. "Nanti pada akhirnya sejarah yang akan menghukum, bilamana nanti tidak bisa ikut pilkada maka ini akan menjadi catatan sejarah bahwa kehancuran PPP ada dibawa kepemimpinan pa Romi dan pa Djan," ujar Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Jakarta, Rabu (3/6/2015). Usamah mendorong supaya Romi dan Djan duduk 'satu meja' untuk membicarakan masa depan PPP ke depan. Keduanya diminta melepaskan ego masing-masing demi menyelamatkan partai yang pernah berjaya pada masa pemerintahan orde baru tersebut. "Melakukan upaya untuk bertemu. Bertemu saja dulun taaruf, kemudian merumuskan langkah-langkah islah. Jadi di sini tidak usah mempertahankan standing position masing-masing," kata dia. Usamah mengatakan apabila konflik internal ini terus terjadi maka ia khawatir, PPP akan mengalami masa kehancuran. Romi dan Djan kata dia harus menunjukan teladan yang baik dengan tidak saling bermusuhan. "Ini sama saja tidak melaksanakan nilai-nilai yang dianjurkan dalam firman Allah SWT. Ini bahwa sesama muslim itu harus bersatu jangan terpecah belah, kalau ada masalah kita harus taaruf. Nah ini sama sekali gak dilaksanakan," tutur mantan anggota komisi I DPR itu. Proses hukum atas sengketa kepengurusan di PPP belum usai lantaran Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengajukan banding terhadap putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang membatalkan surat keputusan pengesahannya atas pengurus PPP hasil Muktamar Surabaya yang dipimpin M Romahurmuziy. Konflik PPP masih menyisakan beragam persoalan. Salah satunya adalah terancamnya partai tersebut dari kepesertaan Pilkada 2015. PPP tak bisa ikut pesta demokrasi tingkat daerah, lantaran kepengurusan ganda. Kepengurusan satu dikendalikan Romy, yang terpilih sebagai imam politik PPP dari mukhtamar Surabaya 2014. Kepengurusan lainnya di bawah pimpinan Djan Faridz, yang terpilih sebagai ketua umum lewat mukhtamar Jakarta 2014. (Has)