Saat Krisis Energi Masyarakat Hilang Akal

Saat Krisis Energi Masyarakat Hilang Akal
Jakarta, Obsessionnews - Tidak bisa mungkir lagi kalau Indonesia sudah masuk era krisis di bidang energi. Kalau dulu termasuk negara eksportir, kini sudah menjadi nett importir. Sekedar pengingat, di tahun-tahun sebelumnya beban subsidi energi khusus bahan bakar minyak (bbm) saja mencapai Rp 300 triliyun setiap tahun. Produksi di dalam negeri cuma 600 ribu barel saja yang bisa diolah, sementara kebutuhan mencapai 1,5 juta barel perhari. Melihat fakta seperti ini, memang sudah seharusnya penemuan dan penggunaan energi alternatif digalakan. Sebab cadangan minyak mentah Indonesia menurut pengamat energi Yusrin Usman, hanya tersisa 3,5 milyar sampai 4 milyar barel saja. "Dengan asumsi lifting 800 ribu perhari, umurnya tinggal 12 tahun lagi. Dan, pada tahun 2027 sudah tidak ada lagi yang namanya bbm kalau tidak ditemukan energi alternatif," kata dia kepada obsessionnews.com saat ditemui di Jakarta, kemarin. Krisis energi yang sedang dirasakan, nampaknya belum disadari masyarakat sama sekali. Pasalnya, penjualan kendaraan masih terus digenjot dengan target 1 juta unit lebih kudu keluar dari dealer setiap tahun. Celakanya, mayoritas penjualan masih diprioritaskan di dalam negeri ketimbang ekspor. Belum lagi soal kemudahan pembelian dengan sistem cicil. "Akhirnya, membeli kendaraan bukan lagi kebutuhan tapi sekedar gaya. Kadang-kadang masyarakat sering hilang rasionalitasnya," kata Yusrin.(MBJ)