Kartel Nakal 'Pemain' Harga Segera Ditindak!

Padang, Obsessionnews - Perilaku para kartel yang menaikkan harga di pasaran menjadi salah satu penyebab inflasi. Bahkan akibat fluktuasi harga yang mereka tetapkan membuat gejolak ditengah masyarakat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Mudrika mengatakan, pihaknya akan mempolisikan kartel karena sudah sangat meresahkan. Perilaku kartel yang seenaknya menaikkan harga berdampak terhadap inflasi daerah. "Dari dulu mereka sudah bermain, sebab inflasi kita di tahun 2012-2013 paling tinggi. Penyebabnya hanya satu yaitu cabe," ujar Mudrika saat dihubungi obsessionnews.com Senin (1/6). Mudrika mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kabupaten kota bersama pihak kepolisian untuk memberantas kejahatan kartel.
Menurut Mudrika, permainan harga yang dilakukan para kartel dikategorikan sebagai kejahatan dan bisa di polisikan, karena begitu meresahkan. Mereka menentukan sendiri harganya meskipun realitanya mencukupi, seperti beras. Sumbar sebagai salah satu provinsi surplus beras, harga beras di pasaran cukup tinggi, karena beras lokal banyak yang dijual ke luar daerah. Akibat permintaan ke luar provinsi banyak, sehingga harga beras dalam provinsi melonjak naik. "Kita daerah surplus beras, tapi kita lihat realitasnya harganya sangat tinggi," kata Mudrika. Kondisi demikian perlu ditertibkan sehingga harga dipasaran tetap stabil dan tidak membuat gejolak ditengah masyarakat. (Musthafa Ritonga)
Menurut Mudrika, permainan harga yang dilakukan para kartel dikategorikan sebagai kejahatan dan bisa di polisikan, karena begitu meresahkan. Mereka menentukan sendiri harganya meskipun realitanya mencukupi, seperti beras. Sumbar sebagai salah satu provinsi surplus beras, harga beras di pasaran cukup tinggi, karena beras lokal banyak yang dijual ke luar daerah. Akibat permintaan ke luar provinsi banyak, sehingga harga beras dalam provinsi melonjak naik. "Kita daerah surplus beras, tapi kita lihat realitasnya harganya sangat tinggi," kata Mudrika. Kondisi demikian perlu ditertibkan sehingga harga dipasaran tetap stabil dan tidak membuat gejolak ditengah masyarakat. (Musthafa Ritonga) 




























