Ratusan Lampion Terangi Festival Kaligarang

Malam kian larut namun banyak manusia masih memadati pinggiran sungai Kaligarang. Saling berjubel tak mereka hiraukan asal mendapat tempat di depan. Panggung lawak mulai dimainkan, dentuman musik bersahutan membuat pengunjung makin betah. Lebih-lebih puluhan stan makanan siap melayani perut yang mulai lapar. Sampai pada puncaknya, ratusan lampion terbang serentak dari ujung ke ujung, menghiasi langit kota Semarang. [caption id="attachment_42241" align="alignnone" width="640"]
Puluhan stan makanan berjejer rapi siap melayani pembeli yang kelaparan. (yusuf IH)[/caption] Semarang, Obsessionnews – “Mengesankan” mungkin itulah yang acapkali dikeluarkan warga ketika mengikuti pagelaran akbar Festival Kaligarang. Hiburan musik disiapkan di sisi timur sungai. Sedari sore, masyarakat antusias mendatangi acara ini. Dibuka langsung oleh Walikota Hendrar Prihadi, Festival Kaligarang ditujukan sebagai tanda berakhirnya perayaan Hari Ulang Tahun Kota Semarang sekaligus peringatan Hari Air Sedunia. “Sungai Banjir Kanal Barat ini sekarang cantik dan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai agenda yang luar biasa, seperti Festival Kaligarang ini. Tempat ini memang luar biasa cantik,” ujar Hendi, sapaan akrab Walikota dalam sambutan, Sabtu (30/5/2015). [caption id="attachment_42243" align="alignnone" width="640"]
Orkes asal Solo ikut memeriahkan peringatan Hari Air Sedunia[/caption] Bagaimana tidak, dekorasi fantastik dan beragam stan dari kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sampai Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mampu menyedot perhatian massa. Ini bisa dilihat dengan kemacetan luar biasa di jalanan menuju ke arah acara. Belum lagi aksi unik pejabat daerah yakni Hendi bersama Ganjar Pranowo dan jajaran pejabat lainnya, seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Semarang, Supriyadi yang berada disisi barat sungai Banjir Kanal Barat. Mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu karet untuk menyaksikan sekaligus membuka kegiatan tersebut. [caption id="attachment_42244" align="alignnone" width="640"]
Ribuan pengunjung memadat kawasan hingga meluber hingga ke jalan raya[/caption] [caption id="attachment_42245" align="alignnone" width="640"]
Ribuan pengunjung memadat kawasan hingga meluber hingga ke jalan raya[/caption] Di kesempatan yang sama, Ganjar mengaku kagum dengan perkembangan event di Kota Semarang. Menurutnya berbagai macam acara seperti festival mampu menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Jawa Tengah. “Saya bangga Semarang makin gereget. Banyak event yang bisa ditonton masyarakat,” tutur penggila kain batik itu. Dia tak lupa mengingatkan, masyarakat harus memonitor terhadap kondisi air di sekitarnya. Ia berpesan agar warga mau menghemat air, sekaligus menjaga kelestarian sungai, termasuk sungai Banjir Kanal Barat. [caption id="attachment_42247" align="alignnone" width="640"]
Puluhan muda mudi berjingkrak ketika dentuman dj menghentak acara[/caption] [caption id="attachment_42248" align="alignnone" width="640"]
Puluhan muda mudi berjingkrak ketika dentuman dj menghentak acara[/caption] Adapun Festival Kaligarang telah berlangsung selama tiga hari yaitu 29-31 Mei 2015. Bermacam acara diadakan mulai Kamis (29/5/2015) kemarin. Mulai lomba memasak, lomba foto produk UMKM, lomba kicau burung hingga senam massal. Tak ketinggalan orkes humor asli Solo ikut meramaikan acara pada malam itu. [caption id="attachment_42250" align="alignnone" width="640"]
Sejumlah warga bersiap memanaskan lampion untuk dilepaskan[/caption] Di akhir pagelaran, masyarakat yang kebagian lampion mengambil posisi nyaman untuk melepaskannya. Secara serentak, dari arah utara perlahan lampion-lampion indah terbang menerangi langit malam kota Lumpia. Banyak orang langsung memegang kamera untuk berselfie ria maupun mengabadikan momen berlatar ratusan lampion di angkasa. (Yusuf IH) 
Puluhan stan makanan berjejer rapi siap melayani pembeli yang kelaparan. (yusuf IH)[/caption] Semarang, Obsessionnews – “Mengesankan” mungkin itulah yang acapkali dikeluarkan warga ketika mengikuti pagelaran akbar Festival Kaligarang. Hiburan musik disiapkan di sisi timur sungai. Sedari sore, masyarakat antusias mendatangi acara ini. Dibuka langsung oleh Walikota Hendrar Prihadi, Festival Kaligarang ditujukan sebagai tanda berakhirnya perayaan Hari Ulang Tahun Kota Semarang sekaligus peringatan Hari Air Sedunia. “Sungai Banjir Kanal Barat ini sekarang cantik dan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai agenda yang luar biasa, seperti Festival Kaligarang ini. Tempat ini memang luar biasa cantik,” ujar Hendi, sapaan akrab Walikota dalam sambutan, Sabtu (30/5/2015). [caption id="attachment_42243" align="alignnone" width="640"]
Orkes asal Solo ikut memeriahkan peringatan Hari Air Sedunia[/caption] Bagaimana tidak, dekorasi fantastik dan beragam stan dari kalangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sampai Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mampu menyedot perhatian massa. Ini bisa dilihat dengan kemacetan luar biasa di jalanan menuju ke arah acara. Belum lagi aksi unik pejabat daerah yakni Hendi bersama Ganjar Pranowo dan jajaran pejabat lainnya, seperti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Semarang, Supriyadi yang berada disisi barat sungai Banjir Kanal Barat. Mereka menyeberangi sungai menggunakan perahu karet untuk menyaksikan sekaligus membuka kegiatan tersebut. [caption id="attachment_42244" align="alignnone" width="640"]
Ribuan pengunjung memadat kawasan hingga meluber hingga ke jalan raya[/caption] [caption id="attachment_42245" align="alignnone" width="640"]
Ribuan pengunjung memadat kawasan hingga meluber hingga ke jalan raya[/caption] Di kesempatan yang sama, Ganjar mengaku kagum dengan perkembangan event di Kota Semarang. Menurutnya berbagai macam acara seperti festival mampu menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Jawa Tengah. “Saya bangga Semarang makin gereget. Banyak event yang bisa ditonton masyarakat,” tutur penggila kain batik itu. Dia tak lupa mengingatkan, masyarakat harus memonitor terhadap kondisi air di sekitarnya. Ia berpesan agar warga mau menghemat air, sekaligus menjaga kelestarian sungai, termasuk sungai Banjir Kanal Barat. [caption id="attachment_42247" align="alignnone" width="640"]
Puluhan muda mudi berjingkrak ketika dentuman dj menghentak acara[/caption] [caption id="attachment_42248" align="alignnone" width="640"]
Puluhan muda mudi berjingkrak ketika dentuman dj menghentak acara[/caption] Adapun Festival Kaligarang telah berlangsung selama tiga hari yaitu 29-31 Mei 2015. Bermacam acara diadakan mulai Kamis (29/5/2015) kemarin. Mulai lomba memasak, lomba foto produk UMKM, lomba kicau burung hingga senam massal. Tak ketinggalan orkes humor asli Solo ikut meramaikan acara pada malam itu. [caption id="attachment_42250" align="alignnone" width="640"]
Sejumlah warga bersiap memanaskan lampion untuk dilepaskan[/caption] Di akhir pagelaran, masyarakat yang kebagian lampion mengambil posisi nyaman untuk melepaskannya. Secara serentak, dari arah utara perlahan lampion-lampion indah terbang menerangi langit malam kota Lumpia. Banyak orang langsung memegang kamera untuk berselfie ria maupun mengabadikan momen berlatar ratusan lampion di angkasa. (Yusuf IH) 





























