Harusnya Faisal Basri Jangan Banyak Mulut

Jakarta, Obsessionnews - Terkait hasil penelusuran tim reformasi tata kelola migas, memang telah memancing kekisruhan di kalangan masyarakat. Sementara mantan Presiden SBY kini berhadapan langsung dengan Menteri ESDM Sudirman Said atas pernyataan kalau pembubaran Petral selalu mentok di meja Presiden saat itu. Pengamat Energi Yusrin Usman menilai, seharusnya rekomendasi tim reformasi tata kelola migas disampaikan diam-diam bahkan merahasiakannya. Tujuannya, ya itu tadi. Membenahi tanpa memancing keributan. "Ini tidak, bergerak belum tapi sudah teriak-teriak. Ini cara yang salah," kata Yusrin dalam penjelasannya pada diskusi Tata Kelola Energi Era Jokowi-JK yang digelar AKTUAL FORUM di Jakarta, Minggu (31/5). Yusrin menyebutkan, jika mengacu pada Perintah Kementerian ESDM tim reformasi tata kelola hanya boleh merekomendasikan tanpa banyak bicara ke muka umum. Sebab bukan apa-apa. Menurut dia, nanti yang diduga sebagai mafia tidak ada dan cuma ekornya saja yang ditangkap. "Kalau benar dugaan Faisal itu benar, tidak mungkin mafia itu sendiri. Pasti terlibat semua. Kalau sendiri penodong dia. Kalau ada mafia, kenapa tidak tikusnya saja yang dipotong. Kenapa harus wadahnya yang dihancurkan?" Kata Yusrin. (MBJ)





























