Faisal Disebut Ingin Jadikan Indonesia Bangsa Kuli

Faisal Disebut Ingin Jadikan Indonesia Bangsa Kuli
Jakarta, Obsessionnews - Anggota Komisi III DPR RI Tjatur Sapto Edy menyebut pakar ekonomi Faisal Basri hanya ingin menjadikan Indonesia sebagai‎ bangsa kuli dengan menuding mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa sebagai biang kerok rusaknya industri bauksit Indonesia dengan melarang penjualan mineral mentah. Menurut Tjatur, tidak ada yang salah dalam kebijakan Hatta yang diambil saat menjabat sebagai Menko Perekonomian. Dengan melarang penjualan mineral mentah justru ingin menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri, mengelola hasil alamnya guna kepentingan nasional bukan dijual untuk negara lain. "Jadi sepertinya ada pihak-pihak yang ingin menjadikan Indonesia kembali menjadi bangsa kuli," ujarnya saat dihubungi, Kamis (28/5/2015). Politisi Partai Amanat Nasional ini juga menilai kebijakan Hatta pada saat itu sudah sesuai dengan Undang-Undang No 4 tahun 2009 tentang ‎Pertambangan Mineral dan Batubara. Dimana Hatta mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 1 Tahun 2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral Di Dalam Negeri. Namun, sebelumnya Faisal mengatakan, meski mau dibaca seribu kali UU No 4 Tahun 2009 tidak ada yang menyebut pelarangan ekspor mineral mentah. Faisal mengaku punya bukti dan yang kuat mengenai boboroknya industri bauksit Indonesia dengan adanya kebijakan Hatta. Dan ia yakin apa yang iakatakan adalah kebenaran. Tjatur menjelaskan, penerapan Paraturan Menteri sebenarnya hanya ingin mengatur perusahaan pertambangan yang telah memiliki izin usaha pertambangan (IUP) atau IUP khusus yang sudah beroperasi agar melakukan pemurnian hasil pertambangannya di dalam negeri. Terlebih Permen itu ‎harus diterbitkan selambat-lambatnya pada 12 Januari 214. Karena UU baru disahkan pada 12 Januari 2009. "Kalau Pemerintah tidak menerbitkan permen itu, itu artinya beliau melanggar amanah UU dan itu berdampak Presiden bisa di-impeach," jelasnya. (Albar)