Sejumlah Pejabat FIFA Ditangkap Terkait Tuduhan Korupsi

Zurich - Kepolisian Swiss telah menahan sejumlah eksekutif sepak bola Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) karena tuduhan korupsi di Amerika Serikat, kata seorang pejabat kepada BBC. Polisi melangsungkan operasi ini di sebuah hotel di kota Zurich pada Rabu dini hari (27/5). Tuduhannya antara lain pencucian uang, pemerasan dan penipuan transaksa selama 20 tahun terakhir. Anggota FIFA sedang berkumpul di Zurich untuk pertemuan tahunan yang akan berlangsung hari Jumat, di mana presidennya sekarang Sepp Blatter akan mencalonkan diri untuk kelima kalinya. Setidaknya enam pejabat FIFA dilaporkan berada dalam tahanan polisi. Identitas mereka belum diketahui, namun Blatter tidak termasuk di antara mereka. Menurut koran The New York Times, mereka akan diekstradisi ke AS. Koran itu juga melaporkan beberapa polisi tanpa seragam mengambil kunci kamar dari meja tamu di hotel Baur au Lac, tempat para pejabat itu menginap, dan menuju ke kamar tamu di lantai atas. Mereka diduga tersangkut kasus korupsi meluas di organisasi itu selama 20 tahun terakhir khususnya dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia. Korupsi diperkirakan juga terjadi dalam pemberian kontrak pemasaran dan penyiaran. [caption id="attachment_41541" align="alignnone" width="640"]
Empat individu dan dua perusahaan sudah mengakui kesalahannya.[/caption] Didakwa Korupsi Amerika Serikat mendakwa sejumlah individu dan perusahaan terkait dugaan korupsi di FIFA dengan 47 berkas dakwaan yang beragam, antara lain pemerasan, pencucian uang, korupsi, dan konspirasi. Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam pernyataan Rabu 27 Mei, menambahkan beberapa kegiatan kriminal itu berlangsung dalam rentang waktu 24 tahun untuk memperkaya diri sendiri lewat korupsi dan sepak bola internasional. Sementara empat individu dan dua perusahaan sudah mengakui kesalahannya. Terdakwa individu termasuk dua Wakil Presiden FIFA yang masih menjabat dan Presiden serta mantan Presiden CONCACAF atau Asosiasi Sepak Bola Amerika Tengah dan Jamaika. Selain itu pimpinan puncak perusahaan pemasaran olahraga di Amerika Serikat dan Amerika selatan juga didakwa dengan membayar sampai US$150 juta atau sekitar Rp1,9 trilliun sebagai sogokan untuk mendapat hak pemberitaan dan pemasaran atas pertandingan internasional. "Dakwaan tekait dengan korupsi yang berlangsung meraja rela, sistematis, dan mengakar baik di luar negeri dan juga di Amerika Serikat," kata Jaksa Agung AS, Loretta E. Lynch, saat mengumumkan dakwaan. Jaksa Agung Lynch juga menegaskan ingin menghentikan praktek-praktek korupsi seperti itu. [caption id="attachment_41543" align="alignnone" width="640"]
Para pejabat FIFA yang didakwa dari kiri ke kanan: Jeffrey Webb, Eduardo Li, Eugenio Figueredo, Jose Maria Marin.[/caption] Sebelumnya, pihak berwenang di Swiss menangkap enam orang tersangka terkait dengan dakwaan korupsi di FIFA, termasuk Jeffrey Webb, yang menjabat Presiden CONCACAF. Daftar para terdakwa yang terkait FIFA Jeffrey Webb: Wakil Presiden FIFA merangkap Presiden CONCACAF. Eduardo Li: Anggota Komite Eksekutif FIFA dan presiden Asosiasi Sepak bola Kosta Rika. Julio Rocha: Pejabat pengembangan FIFA dan Presiden Persatuan Sepak bola Amerika Utara, UNCAF. Costas Takkas: Atase Presiden CONCACAF dan mantan Sekjen FFIA. Jack Warner: mantan Wakil Presiden FIFA dan Presiden Federasi Sepakbola Trinidad dan Tobago, TTFF. Eugenio Figueredo: Wakil Presiden FIFA Rafael Esquivel: Anggota Komite Eksekutif Konfedesari Sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL. José Maria Marin: Anggota komite organisasi FIFA untuk kejuaraan sepak bola di Olimpiade. Nicolás Leoz: Mantan anggota komite eksekutif FIFA Tersangka dari perusahaan pemasaran olahraga Alejandro Burzaco: Pimpinan Torneos y Competencias S.A., perusahaan pemasaran olahraga yang bermarkas di Argentina. Aaron Davidson: Presiden Traffic Sports USA Inc. Hugo and Mariano Jinkis: Pimpinan Full Play Group S.A., perusahaan pemasaran olahraga yang juga bermarkas di Argentina. Tersangka dari bisnis media José Margulies: Pimpinan Valente Corp dan Somerton Ltd. Terdakwa yang mengaku bersalah Charles Blazer, 70 tahun -warga Amerika Serikat Jose Hawilla, 71 tahun - warga Brasil Daryan Warner, 46 tahun - warga Amerika Serikat serta Trinidad dan Tobago. Trafic Sports International Inc. Traffic Sports USA Inc. (bbc.co.uk)
Empat individu dan dua perusahaan sudah mengakui kesalahannya.[/caption] Didakwa Korupsi Amerika Serikat mendakwa sejumlah individu dan perusahaan terkait dugaan korupsi di FIFA dengan 47 berkas dakwaan yang beragam, antara lain pemerasan, pencucian uang, korupsi, dan konspirasi. Departemen Kehakiman Amerika Serikat dalam pernyataan Rabu 27 Mei, menambahkan beberapa kegiatan kriminal itu berlangsung dalam rentang waktu 24 tahun untuk memperkaya diri sendiri lewat korupsi dan sepak bola internasional. Sementara empat individu dan dua perusahaan sudah mengakui kesalahannya. Terdakwa individu termasuk dua Wakil Presiden FIFA yang masih menjabat dan Presiden serta mantan Presiden CONCACAF atau Asosiasi Sepak Bola Amerika Tengah dan Jamaika. Selain itu pimpinan puncak perusahaan pemasaran olahraga di Amerika Serikat dan Amerika selatan juga didakwa dengan membayar sampai US$150 juta atau sekitar Rp1,9 trilliun sebagai sogokan untuk mendapat hak pemberitaan dan pemasaran atas pertandingan internasional. "Dakwaan tekait dengan korupsi yang berlangsung meraja rela, sistematis, dan mengakar baik di luar negeri dan juga di Amerika Serikat," kata Jaksa Agung AS, Loretta E. Lynch, saat mengumumkan dakwaan. Jaksa Agung Lynch juga menegaskan ingin menghentikan praktek-praktek korupsi seperti itu. [caption id="attachment_41543" align="alignnone" width="640"]
Para pejabat FIFA yang didakwa dari kiri ke kanan: Jeffrey Webb, Eduardo Li, Eugenio Figueredo, Jose Maria Marin.[/caption] Sebelumnya, pihak berwenang di Swiss menangkap enam orang tersangka terkait dengan dakwaan korupsi di FIFA, termasuk Jeffrey Webb, yang menjabat Presiden CONCACAF. Daftar para terdakwa yang terkait FIFA Jeffrey Webb: Wakil Presiden FIFA merangkap Presiden CONCACAF. Eduardo Li: Anggota Komite Eksekutif FIFA dan presiden Asosiasi Sepak bola Kosta Rika. Julio Rocha: Pejabat pengembangan FIFA dan Presiden Persatuan Sepak bola Amerika Utara, UNCAF. Costas Takkas: Atase Presiden CONCACAF dan mantan Sekjen FFIA. Jack Warner: mantan Wakil Presiden FIFA dan Presiden Federasi Sepakbola Trinidad dan Tobago, TTFF. Eugenio Figueredo: Wakil Presiden FIFA Rafael Esquivel: Anggota Komite Eksekutif Konfedesari Sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL. José Maria Marin: Anggota komite organisasi FIFA untuk kejuaraan sepak bola di Olimpiade. Nicolás Leoz: Mantan anggota komite eksekutif FIFA Tersangka dari perusahaan pemasaran olahraga Alejandro Burzaco: Pimpinan Torneos y Competencias S.A., perusahaan pemasaran olahraga yang bermarkas di Argentina. Aaron Davidson: Presiden Traffic Sports USA Inc. Hugo and Mariano Jinkis: Pimpinan Full Play Group S.A., perusahaan pemasaran olahraga yang juga bermarkas di Argentina. Tersangka dari bisnis media José Margulies: Pimpinan Valente Corp dan Somerton Ltd. Terdakwa yang mengaku bersalah Charles Blazer, 70 tahun -warga Amerika Serikat Jose Hawilla, 71 tahun - warga Brasil Daryan Warner, 46 tahun - warga Amerika Serikat serta Trinidad dan Tobago. Trafic Sports International Inc. Traffic Sports USA Inc. (bbc.co.uk) 




























