Penumpang PELNI di Perak Turun 30 Persen

Penumpang PELNI di Perak Turun 30 Persen
Surabaya, Obsessionnews – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Surabaya, mencatat selama bulan Januari hingga Maret 2015 telah mengangkut sebanyak 61,845 orang penumpang yang naik dan turun melewati terminal penumpang. Jumlah ini menurun 30 persen dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 61,845 orang. General Manager PT Pelni Cabang Surabaya, Presda Simangangsing mengatakan penurunan jumlah penumpang terjadi di Pelabuhan Tanjung Perak itu memasuki low season, jadi arus penumpang belum terjadi secara signifikan. Berbeda dengan hari-hari libur nasional. “Arus penumpang keluar maupun masuk untuk di pelabuhan Tanjung Perak sendiri masih belum menunjukkan angka yang sangat signifikan. Berbeda dengan hari-hari tertentu, misalnya hari lebaran, natal dan tahun baru,” jelasnya, Rabu (27/4/2015). Namun, menurutnya, untuk tahun baru juga tidak terlalu berpengaruh. Sementara yang paling meningkat pada saat lebaran, dan itu lebih banyak ke luar Jawa. Berdasarkan jenis penumpang, Januari masih mendominasi dengan jumlah penumpang mencapai 26,499 orang. Khusus bulan Februari dan Maret 2015 penumpang turun sebanyak 18,740 orang dan 16,606 orang. “Untuk kapal penumpang hingga triwulan I  tahun 2015 tercatat 138 unit atau setara 2.743.550 GT (gross tonnage) dengan pendapatan mencapai Rp22,2 miliar,” jelasnya. Sementara total jumlah barang yang diangkut, kata Presda, pada kemasan General Cargo (GC) dan Curah Kering (CK) secara kumulatif Januari – Maret 2015 ³ mencapai 2,723 Ton/m³. Pada bulan Januari jumlah barang yang diangkut mencapai 1,043 ton. Sedangkan, Februari dan Maret 2015 untuk barang yang diangkut mencapai 914 ton dan 766 ton. “Peningkatan jumlah penumpang dan barang yang diangkut kapal Pelni, terutama di luar Jawa,” tegasnya. Rekapitulasi pencapaian kinerja untuk triwulan pertama 2015 yang belum diaudit, terealisasi hingga Rp41, 9 miliar. Adapun pencapaian pada bulan Januari sebesar Rp16,274,563,369, Februari sebesar Rp12,740,522,269, dan Maret sebesar Rp12,794,435,179. Guna meningkatkan jumlah penumpang, PT Pelni telah merenovasi kapal dan optimalisasi, khususnya kelas ekonomi di beberapa rute kapal, yakni dengan perubahan single economy class untuk kapal tipe 2.000. Selama ini tingkat keterisian penumpang kapal Pelni rata-rata hanya 60 persen di waktu normal. Perombakan kabin kelas satu dan dua menjadi single economy class dengan mencopot pintu atau lemari dan diganti dengan kasur. Dengan demikian akan menjadi rebutan bagi penumpang kapal. Mengingat kelas kabin memiliki fasilitas lebih ketimbang kelas ekonomi. (GA Semeru)