Hindari Beras Impor dan Plastik, Makan Singkong Saja!

Hindari Beras Impor dan Plastik, Makan Singkong Saja!
Bandung, Obsessionnews - Beras kita ternyata masih impor, sudah impor ada juga tangan jahil dengan mencampurkan beras plastik. Ada baiknya jika sesekali mendengar ajakan ibu PKK. Ketua Tim penggerak PKK Jawa Barat Netty Heryawan mengajak warganya untuk mengkonsumsi singkong, Ajakan mengkonsumsi bahan makanan lokal ini terkait dengan akan digelarnya Festival Keanekaragamanan Makanan Berbahan Baku Lokal Tahun 2015 pada 30 – 31 Mei 2015 di Mall Cihampelas Walk Bandung. Menurut Netty kita masih ketergantungan terhadap bahan impor membuat bahan tersebut kini terus diburu masyarakat seperti halnya penggunaan terigu dan beras. Menurutnya Festival ini harus dimaknai sebagai perjuangan dalam mempertahankan bahan pangan lokal. "Saat ini pangan yang dikonsumsi Indonesia mengalami kerawanan karena berasal dari negara lain, seperti halnya terigu dan beras yang masih impor," paparnya, Senin (25/5). [caption id="attachment_41236" align="alignnone" width="640"]Makanan dari bahan ketela singkong Makanan dari bahan ketela singkong[/caption] Festival tersebut merupakan kerjasama Dinas Perindustrian dan perdagangan Jawa Barat dengan Indonesian Chef Association. Dijelaskan Netty, masih banyak bahan pangan lainnya yang dapat dikonsumsi seperti singkong, ubi bahkan kacang-kacangan. Netty juga mengajak warga Jabar melakukan proses ideologisasi konsumsi pangan yang ada. "Dengan kata lain mengganti nasi sebagai sumber karbohidrat utama dengan tanaman pangan sumber karbohidrat lain," tegasnya. Ia menuturkan, secara politis dapat membantu pemerintah menekan angka import pangan yang dapat digunakan untuk kesehatan. singkong Dalam festival tersebut makanan yang diolah akan diperlombakan berupa cookies, chips, cake/bolu, desert, main couse dan minuman yang berbahan baku cereal dan kacang-kacangan. Selain itu, juga akan dibuat tumpeng setinggi 1 meter berwarna pelangi dengan bahan pewarna dari kacang-kacangan serta cookies dan cake berbentuk Surili sebagai logo PON XIX tahun 2016. (Dudy Supriyadi)