Warga di Padang Kesulitan Dapatkan Air Bersih

Warga di Padang Kesulitan Dapatkan Air Bersih
Padang, Obsessionnews - Sumur warga RT 03/RW 01, Tampat Kamuniang, Kelurahan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kekeringan, sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih. Warga terpaksa mencari air bersih ke tempat lain berjarak sekitar 200 meter untuk memenuhi air bersih untuk kebutuhan air minum, mandi dan mencuci. Kesulitan warga untuk mendapatkan air bersih sudah berlangsung sejak awal Mei. Sejak itu pekerjaan proyek irigasi persawahan diperkampungan itu dimulai. air pdg2 Salah seorang warga, Daranis (72 th) kepada obsessionnews.com mengatakan, sejak proyek itu dikerjakan, pekerja proyek menutup mati air sehingga tidak mengalir agar tidak mengganggu pekerjaan mereka. Akibat air tidak mengalir, berakit terhadap suplai air bagi sumur warga. "Sumur warga yang ada sekarang sudah kering. Kita kesulitan mencari air bersih untuk minum, mandi dan mencuci," kata Daranis saat obsessionnews.com meninjau lokasi Minggu (24/5). Setelah warga mendesak agar pekerja proyek mengalirkan air pada malam hari, dinilai kurang memadai, karena air mengalir tidak rutin. "Meski pada malam hari air sudah mengalir sejak empat hari yang lalu, tapi sepengetahuan saya, air baru mengalir tengah malam. Itupun tidak rutin. Sekarang air melangalir karena hari Minggu sebab pekerja proyek libur," ujar Daranis. air pdg3 Sementara itu, Ketua RT 03/RW 01, Tampat Kamuniang, Syarifuddin mengatakan warga yang kesulitan air bersih sebanyak 96 kepala keluarga (KK). Warga kesulitan air bersih karena sumur milik warga kering akibat air tidak lagi mengalir di selokan karena sedang ada pekerjaan proyek irigasi perswahan. "Kondisi seperti ini sudah berlangsung sejak awal bulan ini," kata Syarifuddin kepada obsessionnews.com. Ia mengatakan, sejak pekerjaan proyek dilakukan, air tidak dialirkan agar tidak mengganggu mereka bekerja. "Kalau kepentingan itu kan bisa dimaklumi, karena hal itu juga untuk kepentingan kita (warga.red..)," kata Syafruddin. air pdg4 Ia mengatakan, kesulitan warga mendapatkan air bersih, tidak hanya pada siang hari, juga malam hari. Warga kesulitan mendapatkan air bersih, karena air di selokan mengering, sehingga dengan demikian, berdampak terhadap kekeringan sumur warga. Setelah sekian lama berlangsung, warga meminta supaya malam hari air tidak ditutup agar sumur warga tidak mengering. Permintaan warga akhirnya dipenuhi dan sejak empat hari lalu, pekerja proyek mengalirkan air pada malam hari. "Malam hari air sudah dialirkan hingga jam 07:00 WI," kata Syafruddin. Meski air sudah dialirkan pada malam hari, tidak banyak membantu warga. Warga tetap juga kesulitan mendapatkan air bersih. Warga terpaksa mencari air bersih ke tempat lain yang jaraknya sekitar 200 meter dari perumahan. (Musthafa Ritonga)